- Tim DVI Polda Kalsel berhasil mengidentifikasi 63 dari 80 jenazah korban Kapal Virgo Transport 8 di RS Bhayangkara Banjarmasin.
- Korban meninggal terbanyak yang sudah berhasil dikenali berasal dari Provinsi Jawa Timur dengan total 28 orang.
- Proses identifikasi lanjutan terhadap 17 jenazah tersisa terus dilakukan menggunakan pencocokan data ante mortem dan sampel DNA.
Suara.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mencatat Jawa Timur menjadi daerah asal korban meninggal Kapal Virgo Transport 8 yang paling banyak berhasil diidentifikasi.
Hingga kini, sebanyak 28 korban asal Jawa Timur telah teridentifikasi dari total 63 jenazah yang berhasil dikenali tim DVI.
"Dari Jatim total ada 28 orang teridentifikasi," kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan di Banjarmasin, Minggu.
Sementara itu, korban teridentifikasi terbanyak kedua berasal dari Jawa Tengah dengan 16 orang. Berikutnya Kalimantan Selatan sebanyak delapan orang dan Jawa Barat enam orang.
Tim DVI Polda Kalsel hingga saat ini telah mengidentifikasi 63 jenazah dari 80 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Artinya, masih terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi. Proses identifikasi masih dilakukan, termasuk dengan mengirimkan sampel DNA ke Pusdokkes Polri di Jakarta.
Proses identifikasi korban pertama kali dilakukan pada Senin (14/9). Jenazah pertama yang berhasil dikenali bernama Reyner Fausta Yosilianto (22), warga Malang, Jawa Timur.
Reyner berhasil diidentifikasi melalui catatan sidik jari. Identifikasi tersebut menjadi awal rangkaian proses pengenalan jenazah korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.
Seiring ditemukannya korban meninggal, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi oleh tim DVI.
Sofwan meminta keluarga korban bersabar menunggu proses identifikasi yang masih berlangsung.
"Kita kerja tanpa libur, bahkan Sabtu dan Minggu tetap kerja apalagi ketika jenazah diterima langsung kami lakukan pemeriksaan dan pencocokan data ante mortem dari keluarga," tambahnya.
Tim DVI masih terus mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem jenazah untuk memastikan identitas korban yang belum teridentifikasi.