BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

Senin, 05 Oktober 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi-Foto udara suasana aksi demo yang digelar berbagai aliansi masyrakat di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/Novi/Rayhan]
BACA 10 DETIK
  • Sebanyak 3.983 personel gabungan mengamankan aksi unjuk rasa BEM SI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin, 5 Oktober 2026.
  • Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional serta mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Jalan Gatot Subroto.
  • BEM SI menyampaikan empat tuntutan, termasuk revisi UU Sisdiknas yang partisipatif, realisasi pendidikan gratis, dan peningkatan kesejahteraan guru.

Suara.com - Sebanyak 3.983 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan aksi demo BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).

Ribuan personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, Pemda, dan pengamanan dalam (Pamdal).

“Jumlah pengamanan gabungan TNI, Polri, Pemda dan Pamdal 3.983 personel,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Selain menyiapkan personel, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR. Penerapan rekayasa akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan jumlah massa dan kondisi di lapangan.

Masyarakat yang hendak melintas di sekitar Gedung DPR, khususnya Jalan Gatot Subroto, diimbau memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” imbau Akhmadi.

Tuntutan BEM SI

BEM SI menggelar Aksi Nasional Pendidikan dengan membawa empat tuntutan. Mahasiswa mendesak pembahasan dan revisi UU Sisdiknas dilakukan secara partisipatif dan komprehensif.

Mereka juga mendesak pemerintah merealisasikan pendidikan gratis, meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, serta menjamin keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam kebijakan pendidikan tinggi gratis.

BEM SI menilai pendidikan gratis harus dapat dirasakan masyarakat mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Mereka juga menyoroti kesejahteraan dan kepastian bagi guru serta tenaga kependidikan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com