Prabowo di HUT TNI: Kekayaan Kita Kalau Dicuri, Itu Ancaman Bagi Kedaulatan

Senin, 05 Oktober 2026 | 13:29 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan pemeriksaan pasukan dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10/2026). (BPMI Sekretariat Presiden)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo memperingatkan ancaman penyelundupan kekayaan alam dan narkotika dalam pidatonya pada HUT TNI di Cilangkap.
  • Peringatan tersebut disampaikan pada hari Senin, 5 Oktober 2026, di hadapan ribuan prajurit TNI.
  • Penyelundupan dinilai merusak kedaulatan ekonomi, sehingga TNI yang kuat dibutuhkan untuk mengamankan kekayaan negara.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras terkait maraknya praktik penyelundupan yang kini menjadi salah satu ancaman paling krusial bagi masa depan Indonesia.

Di hadapan ribuan prajurit saat peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin, Presiden menyoroti dua sisi bahaya penyelundupan: pengerukan kekayaan alam ke luar negeri dan gempuran narkotika dari luar ke dalam negeri.

Menurutnya, penyelundupan keluar merusak kedaulatan ekonomi, sedangkan masuknya barang haram seperti narkoba langsung menghantam fondasi kelangsungan hidup bangsa.

"Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita," tegas Presiden Prabowo, Senin (5/10/2026).

Ia menuturkan, pembangunan dan modernisasi TNI bukan sekadar gagasan militer, melainkan langkah strategis untuk membentengi rakyat, menjaga keutuhan wilayah, dan mengamankan kekayaan alam agar tidak dirampok pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hasil bumi dan sumber daya negara, lanjutnya, harus sepenuhnya ditujukan untuk kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia.

"Kita ingin selalu menjaga rakyat kita. Kita ingin selalu menjaga wilayah kita. Kita ingin selalu menjaga kekayaan kita," ujarya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa TNI yang kuat adalah kunci utama pendukung agenda nasional dalam mengikis kemiskinan, menghapus kelaparan, serta menjamin masa depan generasi penerus bangsa.

Menutup amanatnya, Presiden Prabowo membakar semangat prajurit dengan mengingatkan akar sejarah TNI.

Sebagai tentara pejuang kemerdekaan yang lahir dari rahim rakyat dan bertumbuh bersama perjuangan rakyat—bahkan sejak negara belum mampu memberikan anggaran—TNI wajib mendedikasikan seluruh kekuatannya untuk membela masyarakat.

Para prajurit diminta untuk tidak pernah memberi jarak dengan rakyat dan selalu berdiri di garis terdepan setiap kali masyarakat membutuhkan. (Antara)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com