Heboh Isu 'Ratu Banteng' Bakal Geser Gibran dari Kursi Wapres, PDIP Buka Suara

Senin, 05 Oktober 2026 | 16:12 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani (kiri) disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bay/wsj]
BACA 10 DETIK
  • Politisi PDIP Deddy Yevri Sitorus membantah isu pemakzulan Gibran Rakabuming Raka oleh Puan Maharani pada Senin, 5 Oktober 2026.
  • Deddy menduga narasi media sosial tersebut merupakan upaya terorganisir untuk memojokkan citra Puan Maharani dan PDIP.
  • PDIP menegaskan sengketa ijazah di Mahkamah Konstitusi adalah murni urusan hukum dan tidak terkait partai.

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus buka suara mengenai maraknya narasi di media sosial yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal dimakzulkan dan digantikan oleh Puan Maharani.

Narasi tersebut beredar luas di tengah berjalannya proses hukum gugatan terkait ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi (MK).

Deddy mencurigai terkait kemunculan narasi masif di media sosial tersebut merupakan langkah terencana untuk merusak citra partainya dan nama Puan Maharani.

Ia secara tegas membantah keterlibatan Puan Maharani maupun PDIP dalam isu pemakzulan tersebut.

"Menurut saya itu upaya terorganisir untuk memojokkan Mbak Puan dan PDI Perjuangan. Sebaiknya proses hukum di Mahkamah Konstitusi tidak dicemari dengan narasi sesat dan dipolitisasi untuk menggeser isu proses hukum konstitusional," tegas Deddy kepada Suara.com, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, bahwa persoalan ijazah yang kini bergulir di MK merupakan ranah hukum murni antara pihak penggugat dan pihak terkait, sehingga tidak ada relevansinya dengan PDIP maupun Puan Maharani.

"Masalah ijazah Wapres itu murni urusan para penggugat, tidak ada kaitan dan kepentingan dengan Mbak Puan apalagi PDI Perjuangan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Deddy mencurigai bahwa framing isu yang berkembang di media sosial sengaja dibentuk oleh kelompok tertentu untuk menggiring opini serta meraih simpati publik semata.

"Saya curiga ini upaya dari pendukung Wapres untuk mendapatkan simpati publik. Padahal ini masalah yang sangat substansial dan sederhana dari sisi hukum. Tinggal dibuktikan bahwa gugatan para pihak itu tidak benar, habis perkara. Tidak usah membangun narasi jahat untuk mengalihkan isu, memojokkan pihak lain dan membuat drama murahan untuk mendapatkan simpati," pungkasnya.

Untuk diketahui muncul narasi di media sosial yang mengklaim sebagai informasi A1. Narasi itu menyebutnya bahwa sebentar lagi Gibran Rakabuming Raka akan dimakzulkan sebagai Wakil Presiden RI. Nantinya sosok penggantinya adalah Puan Maharani dari PDIP.

Hal itu seperti dilihat Suara.com dari unggahan akun @dewanperwakilannetizen.id.

"Info A1 yee genks, si plongo Gibran dikit lagi akan dimakzulkan dan digantikan dengan Ratu Banteng Merah Hahaha, tau lah puyeng gw ta**!," tulis unggahan akun tersebut dilihat Suara.com, Senin (5/10).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com