-
Afrika Selatan menaikkan harga BBM, minyak tanah, dan LPG mulai Rabu.
-
Kenaikan harga dipicu oleh konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
-
Gangguan pengiriman di Selat Hormuz memicu lonjakan biaya dan kelangkaan pasokan.
Suara.com - Masyarakat Afrika Selatan harus bersiap menghadapi gelombang kenaikan harga bahan bakar minyak atau harga BBM mulai pertengahan pekan ini. Langkah darurat ini diambil pemerintah setempat guna merespons kelangkaan pasokan dan melonjaknya harga komoditas energi di pasar global.
Penyesuaian tarif tersebut dijadwalkan berlaku secara nasional efektif mulai Rabu pekan ini. Otoritas terkait mengonfirmasi bahwa kebijakan anyar ini dipicu oleh dinamika pasar internasional yang kian tidak menentu.
Kenaikan harga ini langsung memukul berbagai lini kebutuhan energi domestik masyarakat dari bensin hingga gas elpiji. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat rentannya perekonomian kawasan terhadap gejolak geopolitik dunia.
"Menteri Sumber Daya Mineral dan Perminyakan dengan ini mengumumkan penyesuaian harga bahan bakar berdasarkan sejumlah faktor lokal dan internasional saat ini, yang berlaku mulai 7 Oktober 2026," demikian pernyataan kementerian tersebut, dikutip dari Antara.
Konsumen bensin harus membayar lebih mahal dengan kenaikan berkisar antara 3,12 hingga 3,33 rand per liter. Sementara itu, bahan bakar solar juga ikut menguat di rentang 2,84 sampai 3,24 rand per liternya.
Sektor rumah tangga pun tak luput dari dampak penyesuaian tarif energi ini. Minyak tanah mencatatkan kenaikan tertinggi hingga mencapai 4,77 rand, sedangkan gas LPG naik sampai 48 sen rand.
Pemerintah menuding memanasnya gesekan militer antara Amerika Serikat dan Iran sebagai pemicu utama kekacauan pasar ini. Konflik terbuka tersebut langsung mendongkrak harga minyak mentah dan produk turunannya di tingkat global.
Di sisi lain, lalu lintas logistik laut ikut terganggu akibat situasi keamanan yang memburuk di Selat Hormuz. Kondisi ini secara otomatis melipatgandakan tarif pengiriman jalur laut dan memicu pengurasan cadangan minyak dunia.
Eskalasi geopolitik di Timur Tengah ini memicu efek domino yang merembet cepat ke rantai pasok energi Afrika Selatan. Kombinasi antara minimnya stok global dan naiknya biaya angkut memaksa otoritas setempat segera menyesuaikan harga eceran di dalam negeri.