Prabowo Tegaskan Tak Gentar Hadapi Pembayar Buzzer-Demo Triliunan: Kita Siap Mati untuk Rakyat

Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam acara penyerahan penyelamatan keuangan negara oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Selasa (6/10/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo menyatakan pemerintah tidak gentar menghadapi serangan buzzer dan demo bayaran di media sosial.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Kejaksaan Agung RI pada hari Selasa, 6 Oktober 2026.
  • Satgas PKH berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp52 triliun selama dua tahun di tengah berbagai tantangan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya tidak gentar menghadapi serangan kelompok tertentu melalui buzzer sampai algoritma.

Sekalipun kelompok yang dimaksud Prabowo memiliki keuangan ratusan triliun, pemerintah tidak akan ragu untuk menghadapi.

“Kita tidak ragu-ragu, biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka bayar algoritma,” kata Prabowo dalam agenda Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara Tahap 8 di Kejaksaan Agung RI, Selasa (6/10/2026).

Prabowo mengungkapkan serangan terhadap pemerintah dilakukan melalui media sosial hingga upaya membuat demo bayaran.

“Mereka serang kita di sosmed, mereka mau biayai demonstrasi-demonstrasi. Kita tidak gentar, kita bersama rakyat, kita siap mati untuk rakyat,” kata Prabowo.

Ada Perlawanan Kuat

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan terima kasih atas kinerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Ucapan terima kasih itu disampaikan ata capaian Satgas PKH yang telah menyelamatkan total Rp52 triliun keuangan negara dalam 2 tahun.

“Saudara-saudara, acara seperti ini sudah yang ke-8 kali dan total uang tunai yang diserahkan kurang lebih sudah Rp52 triliun. Rp52 triliun is sekitar 3 miliar dolar. Yang kita selamatkan dalam dua tahun,” kata Prabowo dalam acara penyerahan penyelamatan keuangan negara oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Selasa (6/10/2026).

Prabowo memahami Satgas PKH menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam menegakkan aturan.

Prabowo mengatakan, tiap kali pemerintah Indonesia mau menertibkan diri, tiap kali ada unsur-unsur kepemimpinan bangsa Indonesia yang ingin melawan korupsi, tiap kali ada unsur-unsur kepemimpinan yang ingin melawan penyelundupan, melawan penyebaran narkotika, melawan penipuan, melawan perampokan kekayaan negara, pemerintah menghadapi perlawanan yang tidak ringan.

“Perlawanan-perlawanan ini kita tahu semua, datang dari unsur-unsur yang menikmati korupsi. Unsur-unsur yang menikmati kecurangan-kecurangan. Unsur-unsur yang menikmati pencurian dan perampokan kekayaan negara,” kata Prabowo.

Prabowo tidak menutup mata terhadap kekuatan dari pihak lawan. Kendati demikian, Prabowo meyakinkan jajaran pemerintah bahwa kemenangan adalah milik mereka yang berpihak kepada kebenaran.

“Mereka, kita tahu mereka kuat. Tapi kita juga mengerti bahwa sepanjang sejarah, tidak hanya bangsa kita, sepanjang sejarah manusia, akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan,” tutur Prabowo.

“Tantangan ini selalu ada, kita paham itu. Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin. Padahal kita negara yang sangat kaya,” tambah Prabowo.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com