Viral di Threads, Duduk Perkara Dugaan Pelecehan Guru SMKN 27 Jakarta yang Tega Cubit Siswa

Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:28 WIB
ilustrasi korban pelaku pelecehan seksual (freepik)
BACA 10 DETIK
  • Dinas Pendidikan DKI Jakarta mendampingi korban pelecehan di SMKN 27 untuk mencegah trauma psikologis.
  • Gubernur Pramono Anung memecat oknum guru pelaku kekerasan dan memproses hukum tanpa toleransi di Jakarta.
  • Kasus kekerasan fisik dan pelecehan ini terbongkar melalui unggahan akun Threads milik mantan murid sekolah tersebut.

Suara.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bergerak cepat menangani kasus dugaan pelecehan dan kekerasan yang melibatkan seorang guru di SMK Negeri 27 Jakarta.

Selain proses hukum yang berjalan, Pemprov DKI memprioritaskan pemulihan kondisi psikologis para korban.

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan pihak mendampingi para siswa agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Kami akan kerja sama tentunya untuk pendampingan siswa-siswi tadi, jangan sampai ada (trauma) psikis dan lain-lain. Ini akan kami dampingi,” jelas Nahdiana saat dihubungi, Kamis.

Ilustrasi Korban Pelecehan Seksual (Unsplash/carolina)

Guna memastikan pendampingan berjalan optimal, Disdik DKI Jakarta menerjunkan tim khusus ke SMKN 27 Jakarta.

Tim ini bertugas memberikan pengawalan emosional sekaligus mengumpulkan data tambahan terkait tindakan pelaku.

“Jadi kami juga mau bentuk tim internal untuk pendampingan anak-anak yang tadi mendapatkan perlakuan-perlakuan, sambil juga kami dapat informasi tambahan nanti dari anak-anak,” ungkap Nahdiana.

Pramono Anung Bawa Kasus ke Jalur Hukum

Langkah tegas juga diambil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Ia memastikan pendidik yang bersangkutan telah dipecat dan dilarang mengajar di seluruh wilayah Jakarta.

Pramono memerintahkan agar oknum guru tersebut diproses hukum tanpa toleransi.

Menurutnya, aksi kekerasan dan pelecehan di lingkungan sekolah telah mencoreng marwah profesi pendidik.

Dugaan Kekerasan Berawal dari Unggahan di Media Sosial

Dugaan pelanggaran ini mencuat setelah akun Threads @nrfsyahab membagikan pengalamannya saat menjadi murid dari oknum guru seni budaya tersebut.

Dalam unggahannya, pemilik akun membeberkan bahwa pelaku kerap memberikan hukuman fisik berat kepada siswa laki-laki maupun perempuan yang tidak hapal materi instrumen musik.

"Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan," tulis akun tersebut. (Antara)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com