- Sebanyak 17 rumah di Kampung Melayu, Jakarta Timur, terbakar akibat korsleting listrik.
- Sudin Gulkarmat mengerahkan 10 mobil pemadam dan berhasil menyelesaikan penanganan kebakaran pada pukul 11.55 WIB.
- Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa serta menyelamatkan 16 kepala keluarga dengan total 70 jiwa.
Suara.com - Sebanyak 17 rumah di Jalan Kebon Pala 2 Nomor 18, RT 07/RW 04, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terbakar pada Kamis (8/20/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
"Dari informasi sementara, dugaan dari fenomena kelistrikan. Cuma nanti kepastiannya setelah kami melakukan penyelidikan penyebab kebakaran," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Abdul Wahid di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.
Abdul mengatakan petugas masih mendata jumlah bangunan yang terdampak. Permukiman padat dan saling berdekatan membuat api berpotensi cepat menjalar ke rumah lainnya.
Laporan kebakaran diterima Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dari warga sekitar pukul 10.00 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dengan 50 personel kemudian dikerahkan ke lokasi.
"Petugas dari Sektor Matraman tiba di lokasi sekitar pukul 10.04 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman pada pukul 10.05 WIB," ujar Abdul.
Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 10.43 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan mulai pukul 11.10 WIB untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali memicu kebakaran.
"Operasi pemadaman dan penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 11.55 WIB," ucap Abdul.
Abdul memastikan tidak ada korban meninggal maupun korban akibat kebakaran tersebut. Sebanyak 16 kepala keluarga dengan total 70 jiwa berhasil diselamatkan.
Sebelumnya, sempat muncul informasi adanya warga yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Namun, setelah dilakukan pengecekan, korban ternyata berada sekitar 20 meter dari titik kebakaran dan meninggal bukan akibat kebakaran.
"Sejauh ini tidak ada korban. Memang sempat kami diinformasikan ada korban meninggal dunia di awal, kemudian kami cek yang meninggal itu berjauhan dari titik api," jelas Abdul.
Warga tersebut diketahui baru datang ke rumah di sekitar lokasi setelah menjalani cuci darah karena kondisi kesehatan.
"Jadi berkembang informasi ada korban meninggal akibat kebakaran, tapi ternyata bukan karena kebakaran," beber Abdul.
Objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan jenis bangunan rendah. Kebakaran melanda area sekitar 200 meter persegi milik Eneng Jonathan.
Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan terdampak serta total kerugian akibat kebakaran. (Antara)