Ribuan Kadet dari Universitas Pertahanan Diberangkatkan ke 181 Sekolah Rakyat

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:18 WIB
Pemberangkatan para kadet dari Unhan ke 181 Sekolah Rakyat. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto memberangkatkan 1.509 kadet dan personel Universitas Pertahanan (Unhan) RI untuk mengabdi di 181 Sekolah Rakyat. Para kadet bertugas selama dua minggu untuk memperkuat pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa.

“Dengan mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya, pada hari ini, Jumat, 9 Oktober 2026 Pukul 08.00 WIB. Pengabdian Kadet Unhan RI ke Sekolah Rakyat dengan resmi diberangkatkan,” kata Gus Ipul sebagai inspektur upacara dalam Upacara Pelepasan dan Pemberangkatan Pengabdian Kadet Universitas Pertahanan (Unhan) RI ke Sekolah Rakyat di Skadron Udara 18 Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026).

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengatakan, siswa Sekolah Rakyat membutuhkan pendampingan menyeluruh. Sebagian siswa berasal dari keluarga kurang mampu dan menghadapi beragam tantangan sehingga membutuhkan dukungan untuk beradaptasi dengan kehidupan sekolah berasrama.

“Ini adalah siswa-siswa ‘istimewa’ yang membutuhkan pendampingan menyeluruh dan utuh. Dibutuhkan empati dan kerja dengan hati,” kata Gus Ipul.

Ia berharap para kadet dapat menjadi teladan dalam membangun kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Pendampingan dilakukan melalui berbagai pembiasaan positif.

“Kehadiran para kadet tidak untuk menyeragamkan kemampuan mereka. Tetapi satu syarat penting kesuksesan, yaitu kedisiplinan. Inilah yang kami harapkan bisa ditularkan dari kadet Unhan kepada siswa Sekolah Rakyat. Disiplin mengikuti jadwal dan disiplin untuk memperkuat tanggung jawab,” katanya.

Gus Ipul menegaskan, program pengabdian ini bukan perpeloncoan, melainkan upaya membangun kebiasaan baik yang disesuaikan dengan kemampuan, usia dan jenjang pendidikan siswa. Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mencegah tiga hal di lingkungan pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan atas dukungan dalam program pengabdian ini. Kehadiran para kadet diharapkan membantu siswa Sekolah Rakyat memperkuat kedisiplinan.

“Saya berharap kepada para kadet sekalian memanfaatkan waktu selama dua minggu dengan baik, dampingi siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati dan junjung kesetaraan dalam pendidikan. Karena siswa sekolah rakyat butuh keteladanan, role model, bimbingan nyata di tengah-tengah mereka. Saya mengucapkan terima kasih jajaran Kemenhan lewat Unhan,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto mengatakan, pengabdian ini menjadi kesempatan bagi para kadet untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di Unhan, terutama dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, nasionalisme, dan bela negara.

Ia meminta para kadet membagikan pengetahuan tersebut sekaligus memberikan teladan kepada siswa Sekolah Rakyat.

“Ajarkanlah apa yang sudah kalian dapatkan di Unhan kepada mereka agar mereka paling tidak memiliki karakter, mempunyai akhlak yang mulia. Karena yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita membentuk karakter bangsa Indonesia ini. Jadi ini suatu hal yang sangat luar biasa kalian mendapatkan kesempatan yang sangat baik untuk mengabdikan kepada masyarakat,” kata Donny.

Wamenhan juga mengajak para kadet meniatkan pengabdian sebagai ibadah karena kegiatan ini dapat berdampak luar biasa dalam upaya untuk memutus rantai kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat.

“Kalian adalah salah satu aktor yang ikut berperan dalam memutus rantai kemiskinan dan rantai permasalahan sosial yang ada di bangsa Indonesia ini,” kata dia.

Program pengabdian ini melibatkan 1.509 personel, terdiri atas 1.188 kadet Unhan, 74 pasis (Perwira Siswa) kedokteran, 182 pendamping organik, 24 koordinator wilayah, dan 41 pimpinan. Kegiatan berlangsung pada 9–27 Oktober 2026 di 181 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com