Kontrakan Rp15 Ribu Sehari di Kampung Bali, Sudah Termasuk Air dan Listrik

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:30 WIB
Suasana pemukiman Kampung Bali di Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Suara.com/Agustin Anggraini)
BACA 10 DETIK
  • Kartika bersama suami dan anaknya tinggal di kontrakan padat kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat, sejak Juni 2026.
  • Kontrakan tersebut bertarif Rp15 ribu per hari atau Rp450 ribu per bulan, sudah termasuk biaya listrik dan air.
  • Sebelum mengontrak rumah petak ini, Kartika bersama keluarganya kerap tidur di dalam mobil atau angkot milik suaminya.

"Tiga orang, kalau aku disini muat yang leter L itu aku sendiri, lurusnya suami aku sama anak," tutur Kartika.

Untuk kebutuhan mandi, Kartika mengatakan penghuni menggunakan kamar mandi bersama.

Dia menyebut terdapat tiga kamar mandi yang digunakan secara bergantian.

Meski tinggal di petakan berukuran terbatas, Kartika mengaku nyaman karena bisa menempati kontrakan sendiri.

Sebelumnya, dia mengatakan kerap tidur di mobil atau angkot yang digunakan suaminya untuk bekerja.

"Enak aja sunyi, adem enggak panas, tadinya aku sering di mobil terus ada kontrakan, daripada tidur di mobil saya jadi ngontrak sini," katanya.

Kartika mengaku telah menempati kontrakan tersebut selama hampir empat bulan, sejak Juni 2026.

Dia memilih bertahan karena merasa tempat tinggalnya cukup nyaman meskipun ruang yang tersedia terbatas.

"Enak aja sih nyaman. Ya, enak aja sih bisa ngontrak sendiri, lebih baik walaupun kecil yang penting ngontrak sendiri," ujarnya.

Dalam kesehariannya, suami Kartika bekerja sebagai sopir angkot, sementara dirinya membantu berjualan nasi dari Senin hingga Jumat.

Kartika menyebut penghasilan suaminya berkisar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu.

Sementara itu, dia membantu berdagang milik orang lain dan terkadang mendapat uang untuk kebutuhan jajan anaknya.

"Paling suami aku sih Rp50-Rp70 soalnya laki aku kerjanya supir angkot, aku paling bantuin dagang doang nasi Senin sampe Jumaat, dapet makan, jajan buat anak ajasih, kadang aku dikasih 10 ribu,"ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Kartika menilai biaya kontrakan Rp15 ribu per hari masih dapat dijangkau.

Dia juga membandingkan tarif itu dengan harga kontrakan lain yang menurutnya mencapai Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per bulan, dengan biaya token listrik yang dibayar terpisah.

"Murah aja sih, udah murah nyaman kan kontrakan sekarang enggak dapat, sekarang Rp500 ribu ada yang Rp800 ribu itu beda sama token," tuturnya.

Kartika mengatakan, dirinya berusaha mengatur pengeluaran agar tetap bisa membayar sewa tempat tinggal sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.

"Terjangkau, alhamdulillah sih cukup aja buat segitu, kan bisa ngaturnya," pungkas Kartika. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com