- Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) merayakan hari ulang tahun ke-45 di Anjungan DIY TMII pada Jumat, 9 Oktober 2026.
- Acara puncak tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi perantau dengan pemerintah daerah serta mengukuhkan pengurus baru periode 2026–2029.
- Panitia memeriahkan perayaan HUT dengan mementaskan pagelaran wayang kulit lakon Lahire Wisanggeni untuk melestarikan budaya Jawa.
Suara.com - Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-45 di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (9/10/2026).
Perayaan ini menjadi ajang mempererat hubungan warga Bantul di perantauan dengan pemerintah daerah sekaligus menjaga tradisi budaya Jawa.
Wakil Ketua Warkaban sekaligus Ketua Panitia Pelaksana HUT Warkaban, Agung Heru Wibowo, mengatakan perayaan ulang tahun rutin digelar untuk merawat silaturahmi antara warga Bantul di perantauan dan daerah asal mereka.
“Tujuannya jelas, ini kita setiap tahun seperti yang lain, kita merayakan ulang tahun tentang paguyuban kita yang sudah cukup lama ya, sudah berusia dalam 45 tahun, beberapa hal untuk menjalin silaturahmi antara warga dengan pemerintah daerah Bantul dan daerah Yogyakarta sebagai asal kita,” ujar Agung kepada Suara.com di TMII, Jumat (9/10/2026) malam.
Menurut Agung, perayaan tahun ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Warkaban di wilayah Jabodetabek. Sebelumnya, paguyuban menggelar kegiatan gerak jalan di kawasan car free day (CFD) Bekasi pada 4 Oktober 2026.
“Ini puncak acara, kita ada kegiatan di Jabodetabek tanggal 4, gerak jalan kemarin di Bekasi, di car free day, kemudian ini puncak acara ulang tahun Warkaban dalam bentuk paggelaran wayang,” kata Agung.
HUT ke-45 Warkaban juga menjadi momentum pergantian kepengurusan dari periode 2019–2026 ke periode 2026–2029.
Pergantian tersebut telah berlangsung pada Juli 2026, sementara pengukuhan pengurus baru dijadwalkan menjadi bagian dari acara puncak perayaan.
“Bulan Juli kemarin ada pergantian pengurus dari pengurus lama 2019–2026 ini ke pengurus baru 2026–2029. Ini kita kan, kebetulan Pak Wakil Bupati hadir, nanti kita akan dikukuhkan,” ujarnya.
Untuk memeriahkan perayaan sekaligus menjaga warisan budaya, Warkaban menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Lahire Wisanggeni.
Pertunjukan ini menjadi sarana untuk merawat tradisi Jawa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai dalam cerita wayang kepada masyarakat.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini