- PT Transjakarta mendatangi rumah siswi SD bernama Qeeandra di Jakarta Timur.
- Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan kartu uang elektronik agar akses transportasi publik Qeeandra terjamin secara resmi.
- Transjakarta berkomitmen mengevaluasi layanan demi meningkatkan keselamatan serta perlindungan bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Suara.com - Perlindungan anak saat menggunakan transportasi publik tak cukup hanya memastikan mereka sampai ke tujuan. Keselamatan selama perjalanan, kemudahan akses, hingga kesiapan petugas melayani penumpang rentan juga perlu menjadi perhatian.
Isu ini kembali mencuat setelah Qeeandra, siswi kelas 2 sekolah dasar (SD), viral karena terbiasa naik Mikrotrans pada subuh hari tanpa memiliki kartu transaksi elektronik.
Menanggapi hal tersebut, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mendatangi kediaman Qeeandra di Jalan Raya Kaja, Jakarta Timur, pada Kamis (8/10/2026).
Perusahaan pelat merah itu turut memberikan kartu uang elektronik agar akses Qeeandra terhadap transportasi publik tetap terjamin dan tercatat secara resmi.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari keluarga. Mikrotrans selama ini menjadi penghubung penting dari lingkungan permukiman menuju sekolah, sehingga akses yang aman dan mudah bagi anak-anak menjadi hal yang krusial.
"Kehadiran tim Transjakarta sangat berkesan bagi kami dan menjadi penyemangat bagi anak kami untuk terus memanfaatkan transportasi publik," kata orang tua Qeeandra dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Kisah Qeeandra sekaligus menjadi pengingat bahwa anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas membutuhkan perhatian khusus saat menggunakan transportasi umum.
Transjakarta pun menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi bagian utama dari pelayanan, bukan sekadar memastikan perjalanan berlangsung dari satu titik ke titik lain.
"Cerita ini mengingatkan kami bahwa transportasi publik bukan sekadar memindahkan pelanggan dari satu titik ke titik lain, melainkan merawat dan menjaga keamanan setiap jiwa yang ada di dalamnya," tutur Ayu Wardhani selaku Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR PT Transportasi Jakarta.
Transjakarta menyatakan akan menyerap masukan dari masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan, untuk mengevaluasi dan memperbaiki layanan. Salah satu perhatian diarahkan pada upaya mengurangi risiko yang mungkin dihadapi anak-anak selama perjalanan.
"Kami akan selalu terbuka dan bercermin dari setiap masukan pelanggan. Dari cerita-cerita di lapangan seperti inilah perbaikan dan lompatan layanan kami bermula," tegas Ayu.
Evaluasi juga akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pramudi dalam melayani kelompok rentan, mulai dari anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas.
Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan penumpang yang membutuhkan perhatian lebih saat mengakses transportasi publik.