Pekerja Proyek Bentrok dengan Satpol PP di Kebayoran Baru, Ini Pemicunya

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:01 WIB
pekerja proyek bentrok dengan Satpol PP di Kebayoran Baru. (Kolase/Instagram @infonesiaku.id)
BACA 10 DETIK
  • Petugas Satpol PP dan buruh proyek terlibat kericuhan di Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, pada Senin (12/10/2026).
  • Keributan dipicu oleh kemarahan buruh proyek karena sepeda motor mereka dikenai Operasi Cabut Pentil oleh Dinas Perhubungan.
  • Manajemen perusahaan meminta maaf atas insiden tersebut, sementara polisi memproses hukum para pelaku kekerasan terhadap petugas.

Suara.com - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan kericuhan antara pekerja proyek pembangunan gedung Kejaksaan dan petugas Satpol PP di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan viral di jagat maya baru-baru ini.

Unggahan tersebut menarasikan bahwa keributan dipicu oleh penertiban lapak pedagang makanan saat jam istirahat siang buruh.

Kepala Satpol PP Kebayoran Baru, Diki Zulkarnain, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar dan peristiwa sebenarnya bermula dari penertiban parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan.

Gesekan mulai terjadi saat iring-iringan truk petugas yang hendak menuju Kelurahan Selong tiba-tiba dilempari oleh sekelompok pekerja ketika melintasi Jalan Kyai Maja.

Armada di barisan depan sontak menepi guna memastikan situasi. Mereka sempat mendengar teriakan warga perihal dugaan pencurian sepeda motor di dekat kerumunan pekerja.

Diki membeberkan, kerumunan massa tersebut rupanya merupakan buruh proyek yang diduga melampiaskan amarah lantaran kendaraan roda dua mereka terkena Operasi Cabut Pentil (OCP) oleh Dishub.

"Mereka tidak terima kendaraannya dilakukan OCP, karena menganggap lokasi tersebut merupakan tempat parkir yang disediakan oleh pihak PT," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).

Kendati aparat Satpol PP bersama personel Koramil telah menempuh pendekatan persuasif, provokasi massa justru memicu eskalasi kekerasan fisik di lokasi.

"Dalam kejadian, terdapat petugas yang mengalami luka saat berupaya melindungi anggota lainnya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa," lanjut Diki dalam penjelasannya.

Menyikapi insiden tersebut, perwakilan manajemen PT mendatangi Kecamatan Kebayoran Baru guna meminta maaf sekaligus bertanggung jawab penuh atas segala kerugian dan biaya medis petugas yang terluka.

Kini, aparat kepolisian disebut telah mengidentifikasi para oknum pekerja yang melakukan aksi kekerasan untuk diproses sesuai ketentuan hukum pidana. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com