Wakil PM Malaysia: Kami Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter Atasi Karhutla tapi Dicuekin Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 13:57 WIB
Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda dua titik kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Rabu (23/9/2026). [ISTIMEWA]
BACA 10 DETIK
  • Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan pemadaman karhutla kepada Indonesia yang disampaikan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid.
  • Hingga 11 Oktober 2026, pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terhadap tawaran bantuan personel dan peralatan tersebut.
  • Malaysia menilai persoalan kabut asap lintas batas ini memerlukan koordinasi regional antarnegara dibandingkan langkah hukum.

Suara.com - Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan atas tawaran bantuan Malaysia untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan yang berkontribusi terhadap kabut asap di Malaysia.

Malaysia menawarkan bantuan berupa satu pesawat, tiga helikopter, dan 55 personel untuk membantu operasi pemadaman kebakaran di wilayah tersebut.

Namun, hingga 11 Oktober 2026, tawaran itu disebut belum mendapat respons dari pemerintah Indonesia.

"Kami menawarkan bantuan dengan tulus, tetapi tidak ada respons untuk membantu mereka. Kami mengucapkan terima kasih," kata Ahmad Zahid, seperti dikutip dari media Malaysia, Sinar Harian.

Ia mengatakan pemerintah Malaysia memilih untuk berprasangka baik terhadap situasi tersebut.

Menurutnya, Indonesia mungkin merasa belum membutuhkan bantuan yang ditawarkan.

Ilustrasi Karhutla masih Mengancam Kesehatan dan Kehidupan Warga (pexels.com/Marek Piwnicki)

Tawaran Bantuan Disampaikan kepada Prabowo

Ahmad Zahid menjelaskan, tawaran bantuan itu telah disampaikan saat dirinya melakukan kunjungan resmi ke Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Selain melalui pertemuan bilateral, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia juga telah mengirimkan surat kepada mitra masing-masing di Indonesia.

Namun, kedua lembaga tersebut disebut belum menerima jawaban atas tawaran bantuan tersebut.

Ahmad Zahid menyampaikan hal itu kepada wartawan setelah menghadiri peluncuran Bulan Kesiapsiagaan Nasional 2026 di Pusat Konvensyen Ipoh, Perak, Malaysia, pada Minggu.

Ahmad Zahid Sebut Malaysia Ikut Terdampak Kabut Asap

Ahmad Zahid yang juga menjabat sebagai Ketua NADMA Malaysia menegaskan, persoalan kabut asap tidak seharusnya dipandang sebagai pertentangan antara Malaysia dan Indonesia.

Ia menilai kedua negara perlu mengedepankan kerja sama untuk mengatasi kebakaran hutan yang berdampak lintas wilayah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com