Buntut Pemukulan Anggota Satpol PP di Bulungan, Pramono Tegaskan Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur Pramono Anung meminta proses hukum ditegakkan atas pemukulan anggota Satpol PP di Bulungan pada Senin (12/10/2026).
  • Kericuhan bermula saat Satpol PP dan Dinas Perhubungan menertibkan parkir liar, yang kemudian memicu provokasi dari pekerja.
  • Akibat pengeroyokan menggunakan helm tersebut, seorang petugas Satpol PP mengalami luka dan harus menerima enam jahitan di puskesmas.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar insiden pemukulan terhadap anggota Satuan Polisi Pampng Praja (Satpol PP) di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan, diproses hukum.

“Saya minta untuk hal yang seperti ini proses hukumnya tetap ditegakkan, tetapi tentunya kita tetap membuka silaturahmi untuk itu,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, pihak PT yang enggan disebutkan rinci oleh Pramono telah menyambangi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan menyampaikan kronologi yang terjadi.

Namun, dirinya tetap meminta proses hukum tetap berjalan karena telah terjadi pemukulan dan intimidasi.

“Karena ini sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar, dan kemudian mengintimidasi, saya minta untuk proses hukumnya tetap ditegakkan,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Setelah mendengar kabar tersebut, dirinya langsung menghubungi Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan.

Pramono memaparkan, awal mula kejadian tersebut adalah Satpol PP bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah melakukan penertiban terhadap parkir liar dan pedagang kaki lima yang dinilai mengganggu ketertiban warga sekitar.

“Ketika dilakukan di kolam renang Bulungan, Satpol PP bersama Dinas Perhubungan melakukan penertiban, mencabut pentil ban. Supaya orang tidak parkir sembarangan. Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja yang ada di tempat itu,” paparnya.

Akibatnya, suasana menjadi ricuh dan terjadi bentrokan. Awalnya, bentrokan terjadi antara Dishub DKI dengan para pekerja yang ada.

Setelah itu, lanjut Pramono, Dishub DKI Jakarta mundur. Namun, masih ada orang yang mengejar-ngejar petugas, termasuk Satpol PP dan kemudian memukulnya.

“Dipukul, dihantam pakai helm, dan Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan,” ungkap Pramono.

Atas tindakan tersebut, meskipun pihak PT telah meminta maaf dan meminta persoalan diselesaikan secara kekeluargaan, Pramono meminta agar proses hukum tetap berjalan.

“Tadi malam pun saya bilang bahwa kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” ucap Pramono.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com