Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay

Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:38 WIB
Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Sebanyak 12 jadwal penerbangan di Bandara Pekanbaru mengalami penundaan akibat gangguan kabut.

  • Jarak pandang sempat merosot hingga 100 meter sebelum membaik ke angka 3.000 meter.

  • Otortitas bandara mengutamakan keselamatan penerbangan dengan terus berkoordinasi bersama BMKG dan maskapai.

Suara.com - Kabut asap tebal kebakaran hutan yang menyelimuti wilayah Pekanbaru memicu penundaan jadwal 12 penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Total penundaan ini memukul rata ritme operasional, mencakup masing-masing enam jadwal keberangkatan serta kedatangan.

Gangguan cuaca buruk tersebut sempat melumpuhkan aktivitas pendaratan pesawat sejak pagi hari. Fenomena ini membuktikan betapa rentannya jadwal penerbangan domestik terhadap perubahan cuaca mendadak di kawasan Riau.

Meskipun belasan jadwal terganggu, pengelola bandara memastikan situasi secara umum telah terkendali seiring membaiknya cuaca. Manajemen terus mengupayakan penanganan penumpang terdampak agar penumpukan di terminal tidak semakin parah.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad dalam laporan penerbangan di Pekanbaru, Selasa menyampaikan data penerbangan per 10.30 WIB ada empat penerbangan. Terdiri atas masing-masing deux penerbangan keberangkatan dan kedatangan.

"Terdapat penundaan jadwal penerbangan keberangkatan 6 'flight' (penerbangan) dan kedatangan 6 'flight'," katanya.

Memasuki pukul 10.30 WIB, tingkat visibilitas udara tercatat merambat naik hingga menyentuh angka 3.000 meter. Otoritas setempat menyatakan proses lalu lintas udara perlahan kembali berjalan aman dan kondusif.

Kondisi sebaliknya terjadi pada pukul 07.30 WIB saat jarak pandang merosot tajam ke rentang 100 hingga 550 meter. Pekatnya kabut pada jam tersebut langsung menghentikan dua rencana keberangkatan pesawat.

Dua penerbangan utama tujuan ibu kota yang tertahan pagi itu yakni IP329 dan QG937 rute Pekanbaru (PKU) menuju Jakarta (CGK). Bahkan hingga pukul 07.03 WIB, belum ada satu pun burung besi yang berhasil mendarat di landasan.

Langkah antisipasi terus diambil tim manajemen bandara dengan memantau pergerakan cuaca secara berkala. Koordinasi intensif dijalankan bersama maskapai dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG, maskapai, serta pihak terkait. Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," ujarnya.

Peristiwa penundaan penerbangan akibat kabut di wilayah Riau umumnya dipicu oleh tingginya kelembapan udara atau munculnya partikel suspensi pada pagi hari. Hal ini kerap menurunkan visibilitas di bawah ambang batas aman penerbangan, yaitu minimal 800 meter untuk pendaratan.

Pengelola bandara dan BMKG terus bersiap menghadapi potensi gangguan cuaca serupa demi menjaga keselamatan moda transportasi udara. Evaluasi rutin dilakukan agar koordinasi darurat berjalan cepat saat jarak pandang mendadak turun.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com