Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB
Kabut asap Kalteng - Kota Pangkalan Bun mulai diselimuti asap tebal sehingga mengganggu jarak pandang pengendara serta kualitas udara menurun, Rabu (2/9/2026) pagi. [Antara/Safitri RA]
BACA 10 DETIK
  • Anggota DPR RI Andina Theresia Narang menyatakan karhutla dan kabut asap tebal di Kalimantan Tengah pada Selasa (13/10/2026) sangat memprihatinkan.
  • Andina mendesak pemerintah pusat dan kementerian terkait memberikan bantuan cepat serta penanganan maksimal karena banyak titik api sulit dijangkau.
  • Pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa ribuan masker, multivitamin, air bersih, hingga peralatan pemadam kebakaran secara bertahap sejak Juli.

Suara.com - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai semakin memprihatinkan. Dampak kebakaran masih dirasakan masyarakat, terutama akibat kabut asap tebal dan titik api di area yang sulit dijangkau.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng, Andina Theresia Narang, mengungkapkan bahwa kabut asap dan titik api yang sulit dijangkau masih membayangi warga setempat.

"Kondisi saat ini asap masih tebal dan banyak titik api yang tidak bisa di jangkau oleh relawan pemadam. Dampaknya tentu sangat dirasakan oleh masyarakat, dan ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen kementerian dan lembaga untuk bersama-sama memberikan perhatian langsung. Hal ini juga sangat berdampak pada transportasi darat dan udara yang menjadi terhambat," ujar Andina kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Menanggapi pemerintah pusat yang sejauh ini belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, Andina menekankan pentingnya bantuan nyata dan penanganan cepat dari seluruh instansi pemerintah, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terdampak gangguan kesehatan.

"Kami berharap seluruh elemen kementerian dan lembaga untuk memberikan perhatian langsung, khususnya untuk masyarakat yang terdampak, terutama anak-anak, balita, dan Lansia," tambahnya.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil Kalteng, Andina menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan berbagai bantuan operasional, kebutuhan pokok, dan perlengkapan medis secara bertahap untuk meringankan beban warga serta menunjang kerja pemadam di lapangan.

"Sejak Bulan Juli kami sudah membagikan lebih dari 20.000 masker, multivitamin, hingga bantuan air bersih. Dan kami juga memberikan bantuan sumur bor, pompa air alat pemadam kebakaran dan logistik untuk para relawan," paparnya.

Terkait kendala pemadaman karhutla, Andina menilai intervensi udara sangat dibutuhkan karena banyak area kebakaran di Kalteng sulit dijangkau oleh regu pemadam darat.

"Dikarenakan banyak nya titik titik api yang sulit di jangkau relawan, maka dibutuhkan water boombing agar penanganan lebih maksimal," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com