-
Titik panas Sumatera melonjak sebanyak 1.223 lokasi baru dalam kurun waktu semalam.
-
Kebakaran lahan Sumatera Selatan memicu kabut asap dengan Indeks Standar Pencemaran Udara tidak sehat.
-
Dampak asap pekat mengakibatkan 12 jadwal penerbangan Bandara Pekanbaru mengalami penundaan.
Suara.com - Lonjakan dramatis 1.223 titik panas baru mengepung Pulau Sumatera hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam sejak Senin sore. Wilayah bagian selatan menjadi penyumbang terbesar yang langsung mengirimkan asap pekat kebakaran hutan hingga melumpuhkan aktivitas penerbangan di Riau.
Lompatan angka yang sangat cepat ini membuktikan eskalasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera berada pada tingkatan yang mengkhawatirkan. Wilayah tetangga kini menanggung dampak langsung dari kiriman polusi udara yang terus memburuk.
Ancaman krisis pernapasan warga Riau pun kian memuncak akibat imbas Karhutla hebat di wilayah tetangga tersebut.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Selasa. Dari jumlah tersebut Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 2.559 titik.
"Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Lampung sebanyak 471 titik, Jambi (326), dan Bangka Belitung (287)," katanya di Pekanbaru, Selasa.
Sebaran sisanya terdeteksi di Bengkulu sebanyak 15 titik, serta Riau empat titik yang terbagi di Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Siak.
Kabut asap pekat lintas wilayah ini langsung menurunkan kualitas udara Riau hingga menembus kategori tidak sehat pada Indeks Standar Pencemaran Udara.
Dampak buruknya juga menghantam aktivitas moda transportasi udara di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru secara signifikan.
Sebanyak 12 jadwal penerbangan di bandara tersebut terpaksa mengalami penundaan, sementara hanya empat penerbangan yang mampu mendarat dan lepas landas tepat waktu.
Otoritas meteorologi meminta warga sekitar untuk segera mengambil tindakan pencegahan diri agar terhindar dari paparan polutan berbahaya.
"Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," katanya.
Eskalasi titik panas yang melonjak dari 2.440 menjadi 3.663 titik ini menegaskan tingginya kerentanan kebakaran lahan di bagian selatan Sumatera.
Pergerakan angin membawa material asap tebal menuju wilayah utara dan membahayakan kesehatan serta kelancaran transportasi di Provinsi Riau.