- Palembang tercatat sebagai kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks kualitas udara mencapai 751 pada Kamis (15/10/2026).
- Pontianak dan Pekanbaru menyusul di posisi berikutnya dengan masing-masing mencatat angka AQI sebesar 263 serta 222.
- Tingginya angka indeks pencemaran tersebut berdampak buruk pada kesehatan sehingga masyarakat harus memantau kondisi udara luar.
Suara.com - Kualitas udara Indonesia hari ini, Kamis (15/10/2026), menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai di sejumlah kota. Berdasarkan data real-time IQAir yang dihimpun, Palembang menjadi kota paling berpolusi dengan indeks kualitas udara atau AQI US mencapai 751.
Di posisi kedua ada Pontianak dengan AQI 263, disusul Pekanbaru dengan AQI 222. Kota-kota lain, seperti Medan, Tangerang Selatan, Jakarta, dan Bandung, juga masuk dalam daftar 10 kota paling berpolusi di Indonesia.
Tingginya angka AQI menandakan bahwa udara di wilayah tersebut mengandung polutan yang dapat berdampak pada kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
Selain mengecek AQI, masyarakat juga bisa melihat peta kebakaran melalui IQAir dan peta titik panas atau hotspot dari Kementerian Kehutanan untuk mengetahui informasi terkait kebakaran hutan dan lahan.
Daftar 10 Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini
Berikut daftar kota paling berpolusi di Indonesia berdasarkan data AQI US dari IQAir yang dihimpun untuk Kamis (15/10/2026).
| Peringkat | Kota | AQI US | Kategori |
|---|---|---|---|
| 1 | Palembang | 751 | Berbahaya |
| 2 | Pontianak | 263 | Sangat tidak sehat |
| 3 | Pekanbaru | 222 | Sangat tidak sehat |
| 4 | Medan | 194 | Tidak sehat |
| 5 | Tangerang Selatan | 183 | Tidak sehat |
| 6 | Jakarta | 176 | Tidak sehat |
| 7 | Bandung | 170 | Tidak sehat |
| 8 | Tangerang | 167 | Tidak sehat |
| 9 | Semarang | 164 | Tidak sehat |
| 10 | Surabaya | 163 | Tidak sehat |
Sumber: IQAir. Data berdasarkan daftar yang dihimpun untuk 15 Oktober 2026. Angka AQI dapat berubah sewaktu-wakt
Palembang mencatat indeks kualitas udara tertinggi dalam daftar tersebut, dengan angka 751. Nilai ini sudah jauh melewati kategori berbahaya pada skala AQI US.
Sementara itu, Pontianak dan Pekanbaru masing-masing mencatat AQI 263 dan 222. Keduanya masuk kategori sangat tidak sehat, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Kategori Berbahaya
AQI merupakan indeks yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk kualitas udara yang terukur.
Dalam skala AQI US, angka 0–50 termasuk kategori baik, 51–100 sedang, 101–150 tidak sehat bagi kelompok sensitif, 151–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Dengan AQI 751, angka yang tercantum untuk Palembang menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan jika pengukuran tersebut akurat dan mewakili kondisi udara setempat.
Pada kondisi seperti ini, masyarakat sebaiknya mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama aktivitas fisik yang berat. Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel polusi dan pantau perkembangan kualitas udara terbaru.
Namun, angka AQI saja tidak cukup untuk memastikan penyebab pencemaran. Untuk mengetahui apakah polusi berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, diperlukan informasi tambahan dari pemantauan kebakaran serta sumber resmi lainnya.