BACA 10 DETIK
- Warga Palangka Raya mendemo Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni karena lambannya penanganan kabut asap karhutla pada 12 Oktober 2026.
- Kabut asap pekat menyebabkan penurunan jarak pandang yang memicu kecelakaan lalu lintas anak dan lonjakan kasus ISPA hingga 101 pasien.
- BMKG mencatat konsentrasi partikel PM2.5 mencapai 844,6 mikogram per meter kubik dengan total 7.934 titik kebakaran hutan di Kalimantan Tengah.
Kesehatan masyarkat terus memburuk. Pasien infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA semakin banyak. Hingga Rabu kemarin, ada 101 kasus ISPA yang tercatat pada 8 puskesmas.
Heri Pauzi, Kabid PK Badan Penanggulangan Bencana Daerah Palangka Raya, mewanti-wanti agar masyarakat yang tetap beraktifitas selalu memakai masker.
"Tapi kalau tidak perlu, jangan berada di luar rumah. Kualitas udara masih berada di level berbahaya untuk kesehatan. Bila tedapat gejala sesak napas dan lainnya akibat asap, segera periksa ke puskesmas," kata dia.