- Pendiri SMRC Saiful Mujani memaparkan hasil survei Opinion Leaders pada 15 Oktober 2026 di Jakarta.
- Mahfud MD memimpin peringkat kapabilitas tertinggi dengan skor 7,6 sedangkan Kaesang Pangarep memperoleh skor 3,3.
- Survei tersebut melibatkan 200 responden menggunakan rentang penilaian skala nol sampai sepuluh bagi tokoh nasional.
Suara.com - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, memaparkan hasil Opinion Leaders Survey periode September 2026 mengenai penilaian kualitas kepemimpinan dan kapabilitas para tokoh nasional.
Survei ini menggunakan rentang skor 0 hingga 10 untuk mengukur kemampuan para tokoh berdasarkan pengetahuan, wawasan, pendidikan, kepintaran, serta pengalaman.
Berdasarkan data survei pada aspek Kapabilitas atau Kompetensi, mantan Menko Polhukam Mahfud MD menempati urutan teratas dengan skor 7,6.
Di bawahnya menyusul Anies Baswedan (7,1), Pramono Anung Wibowo (7,0), Sri Mulyani Indrawati (6,9), Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (6,9), Dedi Mulyadi (6,7), Ganjar Pranowo (6,6), Agus Harimurti Yudhoyono (6,5), Retno Marsudi (6,5), serta Zainal Arifin Mochtar (6,4).
Sementara itu, pada papan bawah penilaian kapabilitas, sejumlah tokoh politik mencatatkan skor di bawah 6.
Prabowo Subianto memperoleh skor 5,1, A. Muhaimin Iskandar (5,0), Puan Maharani (5,0), Almuzzammil Yusuf (4,7), Zulkifli Hasan (4,6), Bahlil Lahadalia (4,3), Gibran Rakabuming Raka (3,7), dan Kaesang Pangarep menduduki posisi terbawah dengan skor 3,3.
Menanggapi capaian penilaian tersebut, Saiful Mujani menyoroti belum adanya tokoh yang berhasil meraih nilai A atau skor tertinggi dari para pemikir atau narasumber.
"Siapa aja? Misalnya untuk kompetensi dengan skor 0 sampai 10, itu Profesor Mahfud dengan skor 7,6. Itu pun, kita ini semua yang narasumber di sini kan umumnya dosen, 7,6 itu nilainya apa Romo Setyo? B ya? Ya B, ya kan? Profesor Ihsan ngasih B plus, 7,6 itu. Jadi nggak ada yang ngasih A, nanya nilai ininya, nggak ada yang dapet nilai A," ujar Saiful dalam pemaparannya di Gedung FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Ia juga menambahkan catatan mengenai posisi para tokoh di papan bawah penilaian.
"Kemudian yang 10 paling bawah, ini angkanya di bawah 6, 5. Yang paling bawah adalah Kaesang. Setuju nggak itu? Kaesang nilainya memang cuma 3, untuk aspek kapabilitas. Di atasnya abangnya, Gibran. Bahlil di atasnya lagi, ada Zul, ada Puan, ada Muhaimin, ada Prabowo Subianto, 5,1," tuturnya.
Survei ini melibatkan 200 opinion leader, terdiri atas 166 akademisi/ilmuwan dari berbagai bidang (politik/pemerintahan, filsafat/sejarah/agama/budaya, sosiologi/antropologi, ekonomi/pembangunan, sains/teknik, komunikasi, hukum, dan psikologi) serta 34 jurnalis.
Karena tidak ada daftar populasi opinion leader secara nasional, responden tidak dipilih secara acak, melainkan dengan teknik snowballing, terutama melalui media massa nasional dan daerah.
Karena itu temuan survei ini bersifat deskriptif: mencerminkan penilaian para responden, bukan populasi opinion leader secara keseluruhan. Sebanyak 149 responden bersedia namanya dipublikasikan. Responden menilai 31 tokoh dengan skor 0 sampai 10.
Kelompok responden tersebut terdiri atas opinion leaders dengan latar belakang beragam, antara lain intelektual publik atau akademisi, pengamat, pimpinan media massa cetak, elektronik, dan daring, serta jurnalis senior yang biasa menjadi narasumber media massa.
Nama tokohtokoh nasional yang muncul dalam survei adalah nama-nama dalam top of mind (responspontan)survei-survei opini publik nasional.
Tokohtokoh yang dibicarakan terutama di media massa dandikalangan politisi nasional dalam kaitannya dengan pencalonan presiden atau wakil presiden.
Kemudian tokoh-tokoh intelektual dan aktivis yang banyak bersikap untuk masalah-masalah nasional dan politik nasional.