- Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta Pemprov memastikan nasib pedagang Pasar Taman Puring.
- Kebakaran pada Juli 2025 telah menghanguskan 552 kios dan membuat pedagang harus bertahan di tenda darurat.
- Suhud mendorong solusi adil melalui dialog agar revitalisasi pasar dan penataan taman kota tidak merugikan UMKM.
Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan nasib pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam rencana revitalisasi pasar pascakebakaran yang menghanguskan 552 kios pada Juli 2025.
Suhud mendorong pemerintah mencari solusi bersama pedagang agar penataan kawasan tidak mengorbankan mata pencaharian mereka maupun keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Suhud saat menerima audiensi perwakilan pedagang di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut turut melibatkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota serta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta.
"Pembangunan harus berjalan tanpa mengorbankan mata pencarian masyarakat kecil," ujar Suhud dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Menurut Suhud, penataan taman kota dan keberadaan pasar dapat berjalan beriringan melalui konsep taman inklusif. Dengan pendekatan itu, fungsi ruang publik tetap terjaga, sementara pedagang tetap memiliki kesempatan melanjutkan usaha.
Ia meminta dinas terkait, lurah, dan camat membuka ruang dialog dengan pedagang untuk merumuskan solusi yang adil. Pembahasan itu, antara lain, perlu memastikan lokasi berjualan dan akses pembeli.
DPRD DKI Jakarta juga menyatakan siap memfasilitasi mediasi antara pemerintah dan pedagang guna menemukan kesepakatan.
"Harus ada solusi. Kami akan mendorong pertemuan agar persoalan ini dibahas bersama," tegas Suhud.
Sementara itu, perwakilan pedagang menyebut Pemprov DKI Jakarta sempat menyampaikan rencana revitalisasi Pasar Taman Puring. Namun, mereka mengaku belum pernah dilibatkan dalam pertemuan resmi maupun sosialisasi mengenai rencana tersebut.
Mereka juga mengaku hanya mendengar kabar kemungkinan relokasi ke Cidodol dan Mampang, tetapi belum menerima keputusan resmi.
Para pedagang menyatakan tidak menolak relokasi, tetapi meminta dialog langsung dengan Gubernur DKI Jakarta serta kepastian bahwa keputusan pemerintah sesuai dengan janji awal.
Kebakaran yang melanda blok D dan E Pasar Taman Puring di Jalan Kyai Maja terjadi pada Senin, 28 Juli 2025, sekitar pukul 18.02 WIB. Sebanyak 552 kios hangus dalam peristiwa tersebut.
Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan mengerahkan 118 personel untuk memadamkan api hingga berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.30 WIB.
Hingga kini, lokasi pasar masih berupa puing-puing. Para pedagang bertahan berjualan di tenda darurat yang terbuat dari terpal dan plastik.