-
Video dugaan calo BBM di SPBU Seminyak Bali viral di media sosial.
-
Polisi mengamankan lima orang terduga penimbun bahan bakar pascakejadian tersebut.
-
Pemprov dan Polda Bali memperkuat koordinasi untuk mempercepat distribusi energi.
Suara.com - Praktik lancung penjualan bahan bakar minyak atau BBM melalui botol di tengah antrean panjang SPBU kawasan Seminyak, Badung, mendadak viral dan memicu kemarahan publik Bali.
Rekaman amatir tersebut mengekspos transaksi mencurigakan saat stok Pertalite subsidi kosong dan menyisakan Pertamax nonsubsidi saja.
Dua orang tampak bawa derigen yang diduga berisi pertalite. Derigen itu dibawa ke sebuah mobil bak terbuka.
Rekaman video itu disebar akun @balinewsid. Publik dunia maya langsung bereaksi keras karena mencurigai adanya konspirasi antara oknum pekerja SPBU dan para calo bahan bakar.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Bali dan Polres jajaran turun tangan untuk menindaklanjuti maraknya video viral yang diduga memperjualbelikan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga tinggi di media sosial.
"Iya, tim Polda dan Polres jajaran sudah turun tangan untuk menindaklanjuti hal tersebut. Nanti akan kami tindaklanjuti kalau ada perkembangan," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Kamis.