Berapa Gaji Gubernur Bali Wayan Koster? Viral Diamuk Pegawai SPBU yang Burnout

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:41 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster. [istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Gubernur Bali Wayan Koster diamuk pegawai SPBU yang mengalami kelelahan berat akibat kebijakan operasional 24 jam di Denpasar pada 14 Oktober 2026.
  • Kebijakan operasional 24 jam tersebut dikeluarkan untuk mengatasi kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean kendaraan sangat panjang di wilayah Denpasar dan Badung.
  • Insiden viral tersebut memicu perdebatan publik mengenai kurangnya empati pejabat dan menyoroti perbandingan gaji resmi gubernur dengan upah minimum pekerja.

Suara.com - Insiden viral Gubernur Bali I Wayan Koster diamuk seorang pegawai SPBU yang burnout di Denpasar pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, menjadi sorotan publik luas. Hal ini turut memicu pertanyaan berapa gaji Gubernur Bali Wayan Koster?

Kronologi kejadian bermula saat Bali dilanda kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang di sejumlah SPBU, termasuk di Jalan Diponegoro, Kota Denpasar. Gubernur Koster melakukan inspeksi mendadak ke SPBU 54.801.48 di tengah situasi krisis tersebut.

Gubernur Koster lantas mengeluarkan kebijakan operasional 24 jam untuk 92 SPBU di Denpasar dan Badung demi mengurai antrean justru memicu kelelahan berat pada petugas.

Video yang beredar menunjukkan seorang pegawai perempuan meluapkan emosi di hadapan gubernur, menangis dan berteriak.

“Saya bukan robot, Pak. Saya juga capek,” kata pegawai SPBU tersebut.

Momen tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu perdebatan tentang beban kerja serta gaya komunikasi pejabat publik.

Dalam video yang viral, pegawai SPBU tersebut tampak sangat lelah setelah bekerja seharian tanpa istirahat memadai. Ia mengeluhkan bahwa dirinya belum sempat duduk sejak pagi dan harus terus melayani antrean panjang akibat kebijakan buka 24 jam.

“Saya capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga. Coba Bapak di sini, di lapangan bagaimana rasanya,” ujarnya dengan suara bergetar.

Beberapa laporan menyebutkan respons Koster yang tegas, termasuk instruksi agar petugas tidak mengeluh dan tetap melayani konsumen. Situasi sempat memanas di hadapan warga yang sedang antre.

Keesokan harinya, Koster memberikan klarifikasi. Ia membantah adanya miskomunikasi dan menekankan bahwa dirinya hanya meminta petugas tetap melayani masyarakat meskipun lelah.

“Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek ya layani, enggak boleh ngerasa capek,” katanya.

Menurutnya, pegawai tersebut hanya meluapkan kelelahan akibat lonjakan antrean BBM.

Kejadian ini terjadi di tengah upaya pemerintah provinsi mengatasi kelangkaan BBM yang mengganggu mobilitas warga Bali. Koster bahkan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi ASN dan pegawai BUMD pada 15–17 Oktober 2026 untuk mengurangi kepadatan lalu lintas agar distribusi BBM lebih lancar.

Pertamina juga menyatakan akan mengatur sistem shift dan waktu istirahat petugas SPBU. Meski demikian, video tersebut memicu kritik publik. Banyak warganet menilai respons gubernur kurang empati terhadap kondisi pekerja garda depan yang mengalami burnout.

Di sisi lain, sebagian mendukung sikap tegas Koster yang fokus pada pelayanan publik di tengah krisis. Insiden ini menyoroti kesenjangan antara kebijakan di tingkat atas dengan realitas keras yang dihadapi pekerja di lapangan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com