- Gubernur Bali I Wayan Koster beradu mulut dengan pegawai SPBU di Denpasar pada Oktober 2026.
- Insiden itu terjadi saat sidak kelangkaan BBM, di mana pegawai meluapkan kelelahan akibat kebijakan operasional.
- Berdasarkan LHKPN Maret 2026, Wayan Koster memiliki total harta kekayaan mencapai Rp3.656.061.504 tanpa utang.
Suara.com - Gubernur Bali I Wayan Koster adu mulut dengan pegawai SPBU di Denpasar. Momen tersebut di media sosial pada pertengahan Oktober 2026. Insiden tersebut terjadi di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian.
Kebijakan operasional SPBU selama 24 jam di wilayah Denpasar dan Badung, yang diinstruksikan untuk mengatasi antrian, justru memicu protes dari petugas yang merasa kelelahan. Di tengah polemik ini, harta kekayaan Gubernur Bali Wayan Koster turut memicu rasa penasaran.
Gubernur Koster terakhir melaporkan LHKPN pada 31 Maret 2026 dengan status verifikasi administratif lengkap. Dokumen resmi dari elhkpn.kpk.go.id menunjukkan total harta kekayaan Gubernur Bali tersebut mencapai Rp3.656.061.504 atau Rp3,6 miliar tanpa utang.
Menurut LHKPN yang dicetak otomatis dari sistem KPK, harta kekayaan Wayan Koster didominasi aset tanah dan bangunan senilai Rp3.254.000.000.
Rinciannya meliputi tanah dan bangunan seluas 121 m²/100 m² di Kota Jakarta Barat senilai Rp 1.300.000.000, tanah 392 m² di Kabupaten Tabanan Rp 200.000.000, serta sejumlah tanah di Kabupaten Buleleng dengan total nilai ratusan juta rupiah, termasuk lahan 15.760 m² (Rp 480.000.000), 12.810 m² (Rp 390.000.000), 12.600 m² (Rp 380.000.000), 8.840 m² (Rp 270.000.000), 4.000 m² (Rp 125.000.000), 2.600 m²/206 m² (Rp 80.000.000), dan 1.790 m² (Rp 29.000.000). Semua dinyatakan sebagai hasil sendiri.
Di kategori alat transportasi dan mesin, tercatat satu unit Toyota Alphard 3.5 Q A/T Minibus tahun 2016 senilai Rp 280.000.000. Harta bergerak lainnya mencapai Rp 120.100.000, sementara kas dan setara kas hanya Rp 1.961.504.
Tidak ada surat berharga maupun harta lainnya yang dilaporkan, sehingga subtotal harta sebesar Rp 3.656.061.504 sama dengan total kekayaan bersih karena tidak tercatat adanya hutang.
Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
Kronologi kejadian berawal pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, Ketika Gubernur Wayan Koster melakukan inspeksi mendadak di SPBU 54.801.48 di Jalan Diponegoro, Kota Denpasar. Saat itu, antrean kendaraan mengular panjang akibat kelangkaan BBM.
Gubernur Koster meminta petugas tetap melayani konsumen meskipun dalam kondisi lelah. Namun, beberapa operator perempuan yang sudah bekerja melebihi jam normal meluapkan emosi.
Salah seorang di antaranya menangis dan berkata, “Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga.”
Situasi sempat memanas di hadapan warga yang mengantre. Keesokan harinya, Koster memberikan klarifikasi bahwa tidak ada miskomunikasi. Ia menekankan hanya meminta petugas tetap melayani masyarakat dan menduga mereka meluapkan kelelahan.
“Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek ya layani, enggak boleh ngerasa capek,” ujarnya.
Gubernur Wayan Koster menegaskan tidak ada masalah lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
Di tengah upaya pemerintah daerah mengatasi kelangkaan BBM dan antrean panjang yang membuat warga hingga menginap di SPBU, peristiwa adu mulut tersebut menyoroti beban kerja petugas garda depan.
Gubernur Wayan Koster sendiri tetap fokus pada koordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan dan memastikan layanan berjalan.