4 Orang Tewas Terjebak Karhutla Bromo, Dua Korban Luka Bakar Jalani Operasi

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:19 WIB
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
BACA 10 DETIK
  • Karhutla di Gunung Bromo pada 15 Oktober menewaskan empat orang dan melukai dua orang lainnya.
  • Enam korban terjebak saat memadamkan api akibat perubahan arah angin yang terjadi secara cepat.
  • Polda Jawa Timur saat ini sedang mendalami penyebab kebakaran serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menelan empat korban jiwa. Dua korban lainnya mengalami luka bakar serius hingga harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan intensif.

Empat korban meninggal dunia terdiri atas tiga petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony, serta Sefriel Ardiansyah yang merupakan pekerja hotel di Artotel Bromo.

Sementara itu, dua korban luka bakar serius bernama Munawi dan Suraji masih menjalani penanganan medis di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr Soetomo, Adin Niken Primasari, mengatakan kedua korban tiba di rumah sakit tersebut pada Kamis (15/10) malam setelah sebelumnya mendapat penanganan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.

“Pasien yang pertama diterima di IGD pukul 20.45 WIB. Sudah dilaksanakan operasi pada dini hari dan hingga saat ini masih berlangsung operasinya,” kata Niken saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat.

Adapun korban kedua tiba di rumah sakit pada pukul 21.36 WIB. Pasien tersebut masih menjalani observasi sebelum dilakukan tindakan operasi.

“Pasien yang kedua diterima pukul 21.36 WIB. Rencana akan dioperasi, saat ini masih observasi di RES,” ujarnya.

Enam Orang Terjebak Saat Memadamkan Api

Bupati Probolinggo Muhammad Haris menjelaskan, insiden tersebut bermula ketika 12 orang yang terdiri atas petugas dan relawan melakukan pemadaman karhutla di kawasan Bromo sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Namun, api yang meluas disertai perubahan arah angin secara cepat membuat tim terpisah. Sebanyak enam orang kemudian terjebak di tengah kebakaran.

"Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian saat memadamkan kebakaran dan satu korban meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas," kata Haris dalam konferensi pers di RSUD Tongas, Kamis malam.

Petugas gabungan memantau kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]

Haris mengatakan dua korban yang mengalami luka bakar serius harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan biaya pengobatan mereka ditanggung pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan kedua relawan tersebut dapat ditangani dengan baik dan kondisinya bisa membaik. Pengobatan sepenuhnya akan ditanggung Pemkab Probolinggo dan tentunya berkoordinasi dengan pihak TNBTS," tuturnya.

Ia menyebut kebakaran di kawasan TNBTS bukan kali pertama terjadi. Karhutla di kawasan Gunung Bromo bahkan dianggap sebagai peristiwa yang rutin terjadi hampir setiap tahun, tetapi sebelumnya tidak pernah menimbulkan korban jiwa.

"Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemkab Probolinggo untuk relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo," katanya.

Polisi Dalami Penyebab Kebakaran

Berdasarkan informasi yang dikutip Antara, kebakaran terjadi di kawasan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com