- Seniman Jepang Sho Shibuya menggambar karhutla Indonesia di sampul The New York Times pada Oktober 2026.
- Karya berjudul INDONESIA tersebut menggambarkan asap tebal akibat kebakaran hutan terburuk dalam satu dekade.
- Karya ini berfungsi sebagai pengingat visual global yang kuat mengenai dampak parah krisis lingkungan tersebut.
Karhutla 2026 menjadi salah satu yang terburuk dalam lebih dari satu dekade, diperparah El Niño, kekeringan panjang, dan praktik pembukaan lahan.
Ribuan titik panas terdeteksi, ratusan ribu hektare lahan terbakar, kabut asap beracun menyelimuti wilayah Indonesia serta negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menyebabkan ratusan ribu kasus infeksi saluran pernapasan, penutupan sekolah, gangguan penerbangan, dan bahkan korban jiwa di kalangan petugas pemadam.
Sebelumnya, pada Agustus 2025, Shibuya juga pernah merespons gelombang demonstrasi di Indonesia dengan karya gradasi merah-putih yang menyerupai bendera nasional, mencerminkan ketegangan, penderitaan, sekaligus harapan.
Kedua karya ini menunjukkan perhatiannya terhadap isu-isu global, termasuk krisis lingkungan dan sosial di Asia Tenggara, meskipun ia tinggal jauh di New York.
Melalui karya-karyanya tentang Indonesia, Sho Shibuya sekali lagi membuktikan kekuatan seni abstrak dalam menyampaikan pesan yang mendalam tanpa kata-kata berlebihan.
Ia tidak sekadar mendokumentasikan peristiwa, melainkan mengajak penonton merasakan emosi di baliknya—kepedihan atas kerusakan alam, keprihatinan terhadap kesehatan masyarakat, dan kesadaran akan krisis iklim yang bersifat lintas batas.
Dalam dunia yang dipenuhi informasi berlimpah, pendekatan minimalis Shibuya justru menciptakan ruang kontemplasi. Karya INDONESIA tentang karhutla menjadi pengingat visual yang kuat bahwa bencana lingkungan di satu negara dapat menjadi perhatian dunia, dan seni mampu menjembatani jarak geografis maupun budaya.
Hingga kini, Shibuya terus melanjutkan praktik harian tersebut, menjadikan setiap halaman koran sebagai catatan waktu, perasaan, dan kepedulian terhadap planet yang kita tinggali bersama.
Profil Sho Shibuya sebagai seniman Jepang yang berbasis di Amerika namun peka terhadap isu-isu global, termasuk di Indonesia, memperkaya diskursus seni kontemporer yang relevan dengan realitas zaman.