Edhie Baskoro Bertemu Ketua DPR Australia, Bahas Diplomasi Parlemen hingga Isu AI

Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:05 WIB
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Australia Milton Dick di Canberra, Kamis, 15 Oktober 2026. (Ist)
BACA 10 DETIK
  • Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Australia Milton Dick di Canberra, Kamis, 15 Oktober 2026.
  • Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis mulai dari diplomasi parlemen, pertahanan, perdagangan IA-CEPA, hingga sektor energi hijau.
  • Pertemuan di Parliament House itu juga menghasilkan pembahasan mengenai perluasan beasiswa pendidikan tinggi dan mitigasi risiko kecerdasan buatan.

Suara.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menggelar pertemuan bilateral dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia (Speaker of the House of Representatives), Milton Dick MP, di Parliament House, Canberra, Australia, Kamis (15/10/2026).

Pertemuan bilateral tersebut memfokuskan pembahasan pada penguatan kerja sama Indonesia–Australia di berbagai sektor strategis, mulai dari diplomasi parlemen, pertahanan dan keamanan, perdagangan, pendidikan, hingga tata kelola kecerdasan buatan (AI) serta tantangan demokrasi di era digital.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Edhie Baskoro didampingi oleh delegasi anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, yakni Hinca Pandjaitan, Bramantyo Suwondo, Iman Adinugraha, dan Zulfikar Suhardi.

Turut hadir perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Didik Mukrianto, serta Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk Australia Lintang Paramitasari bersama jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra.

Diplomasi Parlemen dari Era SBY hingga Presiden Prabowo

Edhie Baskoro menegaskan bahwa posisi Australia bagi Indonesia bukan sekadar negara tetangga secara geografis, melainkan mitra strategis dengan rekam jejak kemitraan yang panjang.

Hubungan bilateral kedua negara telah melewati lintasan sejarah di berbagai era kepemimpinan, mulai dari masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Perdana Menteri John Howard, hingga kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese saat ini.

Pria yang akrab disapa Ibas ini menyatakan perlunya mengoptimalkan diplomasi parlemen (parliament-to-parliament) untuk mendampingi diplomasi formal antarpemerintah (government-to-government) serta relasi antarmasyarakat (people-to-people).

“Parlemen memiliki tanggung jawab yang sama untuk mewakili rakyat, memperkuat demokrasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi antarlembaga legislatif harus terus dijaga,” ujar Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (18/10/2026).

Senada dengan hal tersebut, Milton Dick menggarisbawahi bahwa kepercayaan timbal balik merupakan pilar utama relasi kedua negara yang melampaui pergantian pemegang mandat kekuasaan.

“Hubungan yang kuat dibangun melalui kepercayaan selama bertahun-tahun. Pemerintah dapat berganti, tetapi hubungan persahabatan dan komitmen untuk saling memahami harus tetap terjaga,” ungkap Milton Dick.

Dukungan untuk Kepemimpinan Milton Dick di IPU

Selain agenda bilateral, Edhie Baskoro memberikan apresiasi atas terpilihnya Milton Dick sebagai Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-32 dalam Sidang ke-153 IPU di Arusha, Tanzania, pada 9 Oktober 2026.

Terpilihnya Milton Dick mencatatkan sejarah baru sebagai figur pertama asal Australia sekaligus kawasan Pasifik yang memimpin forum parlemen global tersebut dalam 100 tahun terakhir.

Ibas menilai posisi kepemimpinan tersebut berpotensi memperkuat keterwakilan kawasan Indo-Pasifik dalam agenda parlemen dunia, khususnya dalam merespons disrupsi teknologi, pemeliharaan stabilitas keamanan kawasan, dan perlindungan nilai-nilai demokrasi multilateral.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com