Fadli Zon Ingin Indonesia Jadi Pusat Kebudayaan Dunia, Ini Strateginya

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:34 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (dok, ist)
BACA 10 DETIK
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong Indonesia menjadi pusat kebudayaan dunia dalam kuliah umum di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
  • Strategi pemajuan budaya mencakup penguatan riset sejarah Nusantara, pelindungan warisan budaya, serta pengembangan potensi ekonomi secara berkelanjutan.
  • Pemerintah melibatkan generasi muda dan perguruan tinggi guna melestarikan serta menciptakan inovasi baru berbasis budaya lokal.

Mengembangkan Potensi Ekonomi Budaya

Selain memiliki nilai sejarah dan identitas, kebudayaan juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Potensi tersebut dapat tumbuh melalui berbagai sektor, seperti seni pertunjukan, kriya, musik, film, fesyen, kuliner, dan desain yang berakar pada pengetahuan serta tradisi lokal.

Meski demikian, pemanfaatan budaya untuk kepentingan ekonomi perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Pengembangannya harus tetap menghormati nilai budaya, konteks tradisi, hak, dan kepentingan komunitas pemiliknya.

Dukungan ekosistem juga diperlukan, mulai dari riset, pendidikan, pendanaan, akses pasar, perlindungan kekayaan intelektual, hingga kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Dengan pendekatan tersebut, warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Libatkan Generasi Muda dalam Pemajuan Kebudayaan

Fadli turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dan perguruan tinggi dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan Indonesia.

Generasi muda tidak hanya berperan sebagai penerus tradisi, tetapi juga dapat menjadi peneliti, pengembang, dan inovator yang melahirkan karya baru dengan inspirasi budaya lokal.

Perguruan tinggi dapat mendukung upaya tersebut melalui penelitian lintas disiplin, dokumentasi pengetahuan lokal, pertukaran gagasan, serta kolaborasi dengan komunitas budaya.

“Generasi muda harus menjadi bagian aktif dalam pemajuan kebudayaan. Mereka tidak hanya bertugas menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan inovasi dan karya baru yang berakar pada budaya Indonesia,” ujar Fadli.

Upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat kebudayaan dunia membutuhkan kerja sama pemerintah, akademisi, komunitas budaya, pelaku industri kreatif, dan masyarakat. Melalui perlindungan warisan budaya, penguatan riset, pengembangan ekonomi yang bertanggung jawab, serta keterlibatan generasi muda, kekayaan budaya Indonesia diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi bangsa dalam perkembangan kebudayaan global.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com