- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah antisipasi sebaran asap karhutla pada Senin, 19 Oktober 2026.
- Gubernur DKI Jakarta menyiagakan 367 fasilitas kesehatan guna menangani potensi gangguan pernapasan warga secara sigap.
- Pemerintah mengaktifkan penyemprotan water mist serta memantau kualitas udara secara real-time demi melindungi kesehatan masyarakat.
"Kami memahami kekhawatiran warga. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan saling jaga. Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi," kata Chico dalam keterangan resminya.
Warga diimbau memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, hingga disarankan memakai masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar ruangan.
"Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan atau penyerta," lanjut Chico.
Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Yang tidak kalah penting, masyarakat diminta tidak membakar sampah atau melakukan aktivitas lain yang menambah polusi udara.