-
Mobil operasional KDKMP melaju tak terkendali saat dipanasi pegawai pada pukul 10.00 WIB.
-
Kendaraan menghantam tembok Koperasi Desa Sumberjo sebelum akhirnya menembus rumah warga seberang sungai.
-
Penyebab pasti kegagalan teknis atau kelalaian dalam insiden tersebut masih belum diketahui pasti.
Suara.com - Sebuah mobil operasional KDKMP mendadak melaju tanpa kendali dan menembos tembok rumah warga di seberang sungai saat sedang dipanasi. Insiden beruntun tersebut merusak fasilitas publik serta pemukiman warga pada pukul 10.00 WIB.
Peristiwa ini mendadak ramai di media sosial setelah rekaman videonya disebarkan oleh akun @nuter.id. Kecelakaan bermula ketika kendaraan bernuansa merah putih tersebut sedang dihidupkan mesinnya di area sekitar lokasi kejadian.
"Menurut keterangan Pak Mad, salah seorang warga di lokasi, mobil tersebut awalnya sedang dipanasi oleh seorang pegawai. Namun, kendaraan tiba-tiba melaju kencang dan menabrak tembok Koperasi Desa (Kopdes) Sumberjo," tulis akun itu.
Benturan pertama pada dinding fasilitas desa tersebut ternyata belum cukup untuk menghentikan laju kendaraan yang hilang kendali. Mobil justru terus meluncur deras melintasi area terbuka di sekitarnya tanpa sempat dihentikan oleh pegawai di lokasi.
Laju kendaraan roda empat itu baru benar-benar terhenti secara paksa usai menghantam keras dinding rumah warga setempat. Kerasnya hantaman di seberang sungai tersebut mengakibatkan bagian tembok bangunan bolong cukup besar.
Hingga saat ini, akar masalah utama yang menyebabkan kendaraan operasional tersebut meluncur tiba-tiba masih menjadi tanda tanya. Pihak berwenang belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kelalaian maupun potensi gangguan sistem teknis mesin.
Saksi mata di tempat kejadian juga tidak mengetahui pasti apakah ada kegagalan fungsi pengereman saat peristiwa berlangsung. Penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan pemicu utama di balik musibah kecelakaan ini.
Sebagai informasi latar belakang, pemanasan mesin kendaraan operasional desa umumnya dilakukan berkala untuk menjaga performa aki dan mesin. Namun, kelalaian dalam memastikan posisi transmisi netral atau rem tangan yang aktif sering kali memicu risiko kendaraan bergerak sendiri tanpa pengemudi.