- Anggota Watimpres Rocky Gerung menyatakan di televisi swasta bahwa pesepak bola Afrika hebat berkat program makan gizi gratis.
- Faktanya sejarah di Afrika Selatan dan Togo menunjukkan program gizi tidak menjangkau anak secara setara serta diwarnai diskriminasi rasial.
- Legenda sepak bola Afrika seperti Emmanuel Adebayor dan Abedi Pele sukses karena akademi khusus bukan karena program gizi gratis.
Suara.com - Anggota Watimpres, Rocky Gerung mengatakan bahwa program makan gizi gratis alis MBG memiliki manfaat besar untuk generasi muda berkualitas.
Rocky Gerung bahkan memberikan contoh bahwa pesepak bola bagus dari benua Afrika karena mendapat asupan makan gizi gratis.
"Semua pemain bola bagus dari Afrika itu karena MBG, kan kita musti bayangkan itu," ucap Rocky Gerung dalam salah satu forum di televisi swasta.
Lantas benarkah pernyataan Rocky Gerung tersebut, mari kita urai satu per satu.
Ditilik dari sejarahnya, program sejenis MBG di benua Afrika pertama kali ada di Afrika Selatan pada 1935.
Dikutip dari Sage Journals, saat itu di Afrika Selatan ada program sejenis MBG bernama Milk and Cheese Scheme untuk anak sekolah dasar dan sebagian siswa sekolah menengah yang membutuhkan.
Faktanya di era pertama program sejenis MBG di Afrika Selatan ini, kondisi sepak bola negara itu sangat terbelakang.
Dikutip dari hasil penelitian Peter Alegi mengenai kondisi sepak bola di Afrika Selatan era itu muncul fakta bahwa masa itu outh African Bantu Football Association (SABFA) dan South African Coloured Football Association (SACFA) baru dibentuk.
Di era tersebut, kondisi Afrika Selatan terjadi diskriminasi antara kulit hitam dan kulit putih termasuk di ranah sepak bola.
Faktanya juga bahwa Milk and Cheese Scheme merupakan program diskriminasi rasial dan tidak menjangkau anak-anak kulit hitam secara setara.
Artinya tidak ada legenda ataupun pemain bola asal Afrika Selatan yang jadi hebat karena program sejenis MBG.
Tak hanya di Afrika Selatan, di era 60-an, Togo juga memiliki program sejenis MBG yang didukung rogram Pangan Dunia PBB (World Food Programme/WFP).
Program tersebut berjalan pada 1961. Faktanya pesepak bola asal Togo yang mendunia bisa dihitung jari, dan tidak ada yang muncul di era 60-an.
Eks bomber Manchester City, Emmanuel Adebayor salah satu legenda Togo dan ia bersinar pada 2000–2019.
Faktanya Adebayor saat wawancara dengan NBC Sports menyebut bahwa semasa kecil hidupnya sangat susah. Ia juga mengaku tinggal di tempat yang tidak memiliki toilet layak dan listrik.