Dua Tahun Prabowo-Gibran, Program 3 Juta Rumah Sudah Terealisasi 324.213 Unit

Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:21 WIB
2 tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. (Instagram/@prabowo)
BACA 10 DETIK
  • Pemerintahan Prabowo-Gibran merealisasikan Program 3 Juta Rumah secara nasional sebanyak 324.213 unit hingga 13 Juni 2026.
  • Pemerintah menyalurkan bantuan FLPP sebanyak 180.600 unit atau 51,6 persen dari target 350.000 unit hingga 14 Oktober 2026.
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp8,59 triliun untuk memperbaiki 400.000 unit rumah tidak layak huni melalui program BSPS pada tahun 2026.

Suara.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menjalankan program perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Salah satunya melalui Program 3 Juta Rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Berdasarkan data yang disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), realisasi Program 3 Juta Rumah secara nasional tercatat sebanyak 324.213 unit hingga 13 Juni 2026.

Program tersebut dijalankan melalui pembangunan hunian dan dukungan pembiayaan agar masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses rumah.

Pada 2025, pemerintah menyalurkan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 278.868 unit.

Sementara itu, hingga 14 Oktober 2026, penyaluran FLPP mencapai 180.600 unit dari target 350.000 unit sepanjang 2026. Capaian tersebut setara dengan sekitar 51,6 persen dari target tahunan.

Selain menyediakan akses terhadap rumah subsidi, pemerintah juga meningkatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp8,59 triliun untuk memperbaiki 400.000 unit rumah. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan pada 2025 yang mencakup sekitar 45.073 unit rumah dengan anggaran Rp1,02 triliun.

Program BSPS ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki kondisi hunian agar lebih aman dan sehat. Pelaksanaannya juga diharapkan menggerakkan perekonomian lokal melalui kebutuhan bahan bangunan dan tenaga kerja.

Per 10 September 2026, target fisik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) secara keseluruhan meningkat menjadi 414.184 unit. Dari jumlah tersebut, BSPS menjadi salah satu program utama dengan sasaran 400.000 rumah.

Meski berbagai program terus dijalankan, realisasi pembangunan rumah dan penyaluran pembiayaan masih menjadi bagian penting dalam mengukur pencapaian target perumahan pemerintah.

Program perumahan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses hunian layak sekaligus mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Pemerintah menargetkan Program 3 Juta Rumah dapat memperluas ketersediaan hunian, sedangkan bantuan perbaikan rumah diharapkan meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat yang belum memenuhi standar kelayakan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com