-
Prabowo-Gibran menutup 328 entitas BUMN dari total 1.074 entitas yang didata.
-
Restrukturisasi BUMN menghasilkan penghematan biaya overhead sekitar Rp50 triliun.
-
Pemerintah menargetkan penghematan biaya BUMN lebih dari Rp70 triliun hingga akhir 2026.
Suara.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan perombakan besar-besaran terhadap struktur badan usaha milik negara (BUMN).
Dalam dua tahun pemerintahan, sebanyak 328 entitas BUMN terpaksa 'disuntik mati' sebagai bagian dari upaya konsolidasi dan penyederhanaan perusahaan pelat merah.
"Penataan tersebut dilakukan terhadap struktur 1.074 entitas BUMN, termasuk anak dan cucu usaha, yang sebelumnya telah didata pemerintah," tulis keterangan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Selasa (20/10/2026).
Langkah ini ditujukan untuk menyederhanakan struktur bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memperbaiki kinerja perusahaan negara.
Restrukturisasi tersebut juga mulai menghasilkan penghematan biaya operasional. Pemerintah mencatat penghematan biaya overhead BUMN mencapai sekitar Rp50 triliun.
Penghematan itu berasal dari sejumlah pos pengeluaran, mulai dari biaya direksi dan komisaris, sewa gedung dan kendaraan, hingga perjalanan dinas.
Pemerintah pun memasang target penghematan yang lebih besar. Hingga akhir 2026, efisiensi biaya overhead BUMN ditargetkan menembus lebih dari Rp70 triliun.