- Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah terus menangani karhutla melalui operasi modifikasi cuaca metode baru dry ice.
- Operasi modifikasi cuaca di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat berhasil menghasilkan curah hujan serta menurunkan polusi.
- Pemerintah mengerahkan pasukan darat, relawan, peralatan udara, serta menerapkan sanksi pencabutan izin bagi pelaku pembakaran lahan.
Terdapat juga Posko bantuan dari Kalsel karena kendala visibility di Kalteng yang mulai dilaksanakan pada 18 Oktober sebanyak 2 sorti dengan 800 kg dry ice dan 800 kg NaCl.
Berdasarkan laporan dari lapangan dan penakar AWS/ARG, terdapat hujan di Kab. Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.
Kalimantan Selatan
Sejak 10 Oktober sebanyak 23 sorti dengan 23.000 kg bahan semai NaCl. Posko Kalimantan Selatan menggunakan 2 unit armada pesawat.
Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta m3 selama kegiatan OMC. Terdapat laporan hujan di wilayah Kab. Tabalong, Kab. Tapin dan Kab. Barito Kuala (Kalsel).
Kalimantan Barat
Sejak 22 Agustus dilakukan sebanyak 107 sorti dengan 98.800 kg bahan semai NaCl. Volume Curah Hujan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung mencapai 471.2 jt m3.
Laporan kejadian hujan tanggal 19 Oktober 2026, hujan terjadi di wilayah Kota Kab. Sanggau, Kab. Kubu Raya, Kab. Sambas, Kab. Landak, Kab. Kayong Utara, Kab. Pontianak, Kab. Bengkayang, Kab. Kapuas Hulu, Kota Singkawang, dan Kab. Ketapang.