Bentangkan Spanduk Protes di Bundaran HI, 6 Aktivis Greenpeace Digelandang ke Polda Metro Jaya

Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:56 WIB
Greenpeace Indonesia bentangkan spanduk raksasa di Bundaran HI (X.com)
BACA 10 DETIK
  • Enam aktivis Greenpeace membentangkan spanduk protes krisis iklim di Bundaran HI Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran agar lebih memperhatikan dampak krisis iklim terhadap masyarakat luas.
  • Seluruh aktivis yang diamankan dan dibawa ke Polda Metro Jaya dipastikan aman serta mendapat pendampingan hukum.

Suara.com - Enam aktivis Greenpeace Indonesia digelandang ke Polda Metro Jaya setelah membentangkan spanduk protes di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Mereka turun dari atas monumen menggunakan tali sling dan peralatan keselamatan. Para aktivis turun secara bergiliran dengan mengenakan alat pelindung diri, termasuk helm dan pelampung.

Beberapa di antaranya membawa spanduk berbentuk bulat berwarna kuning bertuliskan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah".

Setibanya di bawah, para aktivis diberi handuk oleh petugas sebelum dimasukkan ke mobil ambulans kepolisian. Mereka kemudian dibawa ke Markas Polda Metro Jaya.

Saat digiring, salah seorang aktivis sempat meneriakkan pesan mengenai penanganan krisis iklim.

"Krisis iklim menyengsarakan masyarakat. Akses hidup dan hunian yang layak bagi masyarakat saat ini sangat sulit dijangkau," pekik aktivis tersebut.

Pengacara Publik LBH Jakarta, Daniel Winarta, memastikan keenam aktivis dalam kondisi aman dan telah mendapat pendampingan hukum.

"Teman-teman climber yang sudah turun saat ini dalam kondisi yang aman, dan saat ini dibawa ke Mapolda Metro Jaya dan didampingi oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD)," kata Daniel.

Sementara itu, Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan aksi tersebut digelar untuk memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Jeanny, Greenpeace Indonesia ingin mendesak pemerintah agar lebih memperhatikan dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat.

“Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat,” kata Jeanny dalam keterangannya, Selasa.

Jeanny juga menyoroti kebakaran hutan yang terus berulang dan membahayakan warga, khususnya di Kalimantan.

"Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari," tandasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com