- DPD GMNI Jakarta mendesak pemerintah menghentikan total program Kopdes Merah Putih karena dianggap gagal dan boros anggaran.
- GMNI menuntut audit investigatif terhadap PT Agrinas Pangan yang melibatkan BPK, KPK, serta Kejaksaan Agung secara menyeluruh.
- Aparat penegak hukum diminta mengusut pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya lima peserta akibat pola diklat yang bercorak militeristis.
Suara.com - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Jakarta mendesak pemerintah menghentikan total Program Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Hal itu menyusul berbagai persoalan yang muncul, tidak hanya terkait tata kelola, tetapi juga dugaan pemborosan anggaran negara hingga munculnya korban jiwa.
Ketua DPD GMNI Jakarta, Deodatus Sunda Se, mengatakan penghentian program secara total harus dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan terhadap para pihak yang bertanggung jawab, mulai dari jajaran kementerian hingga direksi PT Agrinas Pangan.
"Uang negara yang bersumber dari pajak rakyat seharusnya digunakan untuk menyejahterakan kaum Marhaen, bukan dihambur-hamburkan untuk proyek pengadaan yang sarat korupsi dan pemborosan anggaran," kata Deodatus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya tetap mempertahankan program yang dianggap gagal di lapangan dan tidak memiliki urgensi bagi kepentingan masyarakat.
"Sangat biadab ketika anggaran negara yang boros ini justru digunakan untuk membiayai program yang mengorbankan nyawa dan darah rakyat sendiri!" tegasnya.
Selain penghentian program, GMNI Jakarta turut mendesak dilakukannya audit investigatif terhadap penggunaan anggaran yang mengalir ke PT Agrinas Pangan.
Audit tersebut dapat melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung untuk menelusuri penggunaan dana negara dalam pelaksanaan program tersebut.
"Hentikan total program Kopdes Merah Putih. Tidak ada ruang negosiasi atau perbaikan sistem. Program ini harus segera ditutup demi menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)," ujarnya.
Baca Juga: Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
Tak hanya itu, GMNI Jakarta meminta aparat penegak hukum mengusut pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya lima calon manajer Kopdes Merah Putih. Pihaknya menilai kematian para peserta berkaitan dengan pola pendidikan dan pelatihan yang disebut bercorak militeristis.
"Menuntut pertanggungjawaban pidana atas tumpahnya darah dan hilangnya 5 nyawa calon manajer akibat pola diklat militeristis yang dipaksakan," tuturnya.
Dalam pernyataannya, GMNI Jakarta juga menilai persoalan tersebut merupakan bagian dari buruknya kebijakan pemerintah di sektor pangan dan koperasi.
Mereka menyinggung koordinasi kebijakan yang berada di bawah Menko Pangan dan Menteri Koperasi.
DPD GMNI Jakarta menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah menghentikan Program Kopdes Merah Putih serta mengusut pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
"Skandal ini merupakan puncak gunung es dari kebijakan pangan dan koperasi yang ugal-ugalan di bawah koordinasi Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Mantan Bupati Hingga Kader PDIP di Lampung Login ke PSI