- Presiden Prabowo memanggil Menteri Brian Yuliarto dan Donny Ermawan ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026.
- Menteri Brian Yuliarto belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait tujuan pemanggilan tertutup tersebut di Istana.
- Presiden Prabowo berencana menggratiskan seluruh biaya pendidikan negeri menggunakan dana hasil korupsi yang dikembalikan kepada negara.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Selain Brian, Prabowo turut memanggil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan.
Brian belum membocorkan kepada awak media perihal maksud kehadirannya di Istana, siang ini.
"Belum tahu ya, nanti kita coba dengar dulu ya," kata Brian sembari berjalan masuk menuju Istana, Selasa (20/10/2026).
Saat ditanya, apakah pemanggilan ke Istana untuk rapat membahas mengenai Universitas Republik Indonesia, Brian juga belum membeberkan.
"Ya, belum, belum, belum. Nanti ya," kata Brian.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto berniat menggratiskan seluruh biaya pendidikan sekolah dan perguruan tinggi negeri. Ia ingin memastikan masyarakat tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk menyekolahkan anak.
“Pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” tegas Prabowo, dalam sambutannya di HUT ke-28 PAN, Jumat (18/9/2026).
Prabowo memastikan anggaran untuk membiayai pendidikan dari tingkat sekolah negeri sampai universitas negeri ada. Ia menekankan hal ini untuk menjawab pertanyaan pihak-pihak yang meragukan rencananya untuk menggratiskan sekolah dan kampus negeri.
Biaya tersebut akan diambil dari kekayaan negara yang dicuri para koruptor. Prabowo bertekad mengembalikan kerugian negara untuk dialihkan menjadi anggaran pendidikan.
“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” kata Prabowo.