Tensi Meningkat, Massa Aksi Mulai Tutup Sebagian Jalan Menteng Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:36 WIB
Massa Koalisi Selamatkan Kedaulatan Rakyat (SADAR) mulai memadati Jalan Menteng Raya pada Selasa, (20/10/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
BACA 10 DETIK
  • Koalisi SADAR menggelar demonstrasi di Jalan Menteng Raya pada Selasa, 20 Oktober 2026, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.
  • Massa aksi menyampaikan kekecewaan atas tata kelola pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah memasuki tahun kedua kepemimpinannya.
  • Koalisi SADAR mengajukan lima poin tuntutan, termasuk desakan penanganan karhutla, perbaikan ekonomi, dan pemberantasan KKN kepada pemerintah.

Suara.com - Tensi aksi yang dilakukan oleh Koalisi Selamatkan Kedaulatan Rakyat (SADAR) mulai meningkat usai massa mencoba memadati Jalan Menteng Raya pada Selasa, (20/10/2026).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi pukul 16.12 WIB, demonstran mulai turun ke area jalan lengkap dengan diiringi satu mobil komando dan membentang poster-poster yang berisikan protes.

Arus lalu lintas juga tampak mulai padat merayap setelah satu lajur Jalan Menteng Raya dipenuhi oleh demonstran.

Orator di atas mobil komando juga sempat meminta maaf kepada para pengguna jalan karena ada sedikit hambatan.

"Kami mohon maaf mengabggu kenyamanan kalian," katanya.

Massa aksi juga terdengar masih meneriakan kekecewaan mereka atas semrawutnya tata kelola pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah memasuki tahun kedua. Salah satunya adalah lemahnya penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Adapun dalam aksinya, Koalisi SADAR memberikan lima poin tuntutan kepada pemerintah pada hari jadi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah memasuki tahun kedua. Di antaranya:

  1. Meminta pemerintah untuk segera menetapkan fenomena karhutla sebagai bencana nasional, serta mengusut semua pelaku korporasi yang diduga menjadi biang keladi.
  2. Meminta pemerintah membenahi tata kelola kebijakan ekonomi nasional.
  3. Hentikan militerisasi yang mengancam ruang supremasi sipil.
  4. Meminta pemerintah memberantas praktim Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
  5. Menurunkan biaya pendidikan agar lebih ternjangkau dan inklusif.

Reporter: Alif Bintang

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com