Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai 8 Jam Didata dan Ditanya Kronologi Pasang Spanduk Protes

Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:25 WIB
Sejumlah aktivis Greenpeace membentangkan spanduk protes terkait krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Enam aktivis Greenpeace dibebaskan Polda Metro Jaya pada Selasa (20/10/2026) malam setelah didata dan ditanya soal kronologi kejadian.
  • Polisi sebelumnya menangkap 11 aktivis yang membentangkan spanduk protes krisis iklim di Bundaran HI Jakarta.
  • Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran mengatasi dampak buruk krisis iklim.

Saat digiring, salah seorang aktivis sempat meneriakkan pesan mengenai dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat.

"Krisis iklim menyengsarakan masyarakat. Akses hidup dan hunian yang layak bagi masyarakat saat ini sangat sulit dijangkau," pekik aktivis tersebut, Selasa (20/10/2026).

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan aksi tersebut digelar untuk memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat,” kata Jeanny dalam keterangannya.

Jeanny juga menyoroti bencana kebakaran hutan yang terus berulang dan membahayakan warga, terutama di Kalimantan.

"Kabut asap berkepanjangan adalah salah satu contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan hingga aktivitas ekonomi sehari-hari," tandasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com