Aktivis Greenpeace Aksi Naik Patung Bundaran HI, Polisi Dalami Cara Mereka Memanjat

Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:38 WIB
Aksi Greenpeace di atas patung Bundaran HI kritik lambannya penanganan kebakaran hutan era pemerintahan Prabowo. (Greenpeace)
BACA 10 DETIK
  • Enam aktivis Greenpeace Indonesia memanjat dan membentangkan spanduk di puncak Monumen Selamat Datang Jakarta pada Selasa pagi.
  • Polres Metro Jakarta Pusat bersama TNI dan Pemprov DKI melakukan evakuasi darurat serta penyelidikan rekaman CCTV lokasi.
  • Polisi mengimbau penyampaian pendapat tetap mematuhi aturan hukum karena monumen tersebut merupakan struktur cagar budaya yang dilindungi.

Suara.com - Pihak kepolisian bergerak mendalami bagaimana cara enam aktivis Greenpeace Indonesia dapat menaiki puncak Monumen Selamat Datang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Aksi pemanjatan struktur cagar budaya tersebut menjadi fokus pemeriksaan aparat penegak hukum guna menelusuri rute serta proses masuknya para aktivis ke area monumen.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menyatakan bahwa penyelidikan mendalam sedang dilakukan oleh jajarannya.

Pihak kepolisian mengumpulkan bukti petunjuk, salah satunya dengan meneliti dan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar kawasan strategis Bundaran HI.

Terkait cara para aktivis naik ke atas monumen, Reynold mengatakan kepolisian akan mendalami kejadian tersebut, termasuk melalui pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengetahui waktu dan proses mereka mencapai bagian atas monumen.

Aksi pembentangan spanduk raksasa tersebut dilakukan oleh enam aktivis lingkungan, yang terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki.

Peristiwa tersebut terdeteksi berlangsung pada pagi hari, tepatnya pada rentang waktu pukul 06.05 WIB hingga 06.15 WIB, saat situasi lalu lintas di jantung ibu kota mulai dipadati kendaraan para pekerja.

Merespons adanya aktivitas di atas monumen bersejarah tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat bersama unsur TNI dari Kodim 0501 Jakarta Pusat dan instansi terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menggelar operasi penanganan di lokasi.

Proses penyelamatan dan penurunan para pemanjat turut melibatkan tim terlatih dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat.

Kondisi fisik salah satu aktivis perempuan dilaporkan menurun dan lemas ketika dievakuasi dari puncak tugu.

Petugas di lapangan segera mengarahkan aktivis tersebut ke unit ambulans untuk dibawa dan memperoleh perawatan medis intensif di klinik Biddokkes Polda Metro Jaya.

Selain penanganan medis darurat, kepolisian menyiagakan enam unit ambulans di sekitar bundaran guna mengantisipasi kondisi darurat bagi seluruh orang yang dievakuasi.

"Keenam orang itu dapat kita evakuasi dan tidak satu pun yang tertinggal di atas. Kami harapkan penanganan yang cepat dari Dokkes Polda Metro Jaya dapat memberikan keselamatan yang utama kepada keenam orang tersebut. Kami mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Reynold menegaskan bahwa institusi kepolisian menghormati hak setiap warga negara dalam berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat di ruang publik, sesuai dengan koridor Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Kendati demikian, seluruh aktivitas penyampaian aspirasi tersebut wajib mematuhi batasan aturan, tidak mengabaikan keselamatan jiwa, menjaga ketertiban fasilitas publik, serta tidak melanggar ketentuan hukum terkait cagar budaya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com