Prabowo Wanti-wanti Teknologi Digital Jadi Senjata Pemecah Belah, Pejabat Diminta Siap Diawasi

Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:57 WIB
Preaiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto memperingatkan potensi penyalahgunaan teknologi digital untuk memecah belah masyarakat pada Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta.
  • Kepala Negara mengingatkan para pejabat Kabinet Merah Putih agar selalu siap menghadapi ketatnya pengawasan publik yang mengawasi gerak-gerik mereka.
  • Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kabinet atas kinerja dan kekompakan yang membanggakan selama dua tahun pertama masa pemerintahan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa teknologi digital yang semakin canggih dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kekacauan hingga memecah belah masyarakat. Ia menilai penyalahgunaan teknologi menjadi salah satu tantangan yang harus diwaspadai pemerintah di tengah derasnya perkembangan ruang digital.

Peringatan itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bertema “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri 2026” di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Apalagi di zaman sekarang, di zaman teknologi digital yang begitu canggih. Teknologi yang sangat canggih tapi juga bisa sering disalahgunakan,” kata Prabowo.

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak selalu membawa dampak positif. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, teknologi juga dapat digunakan sebagai alat untuk memicu konflik dan memperuncing perpecahan di tengah masyarakat.

“Dalam keadaan sekarang banyak teknologi dipakai sebagai senjata untuk membuat kekacauan, untuk membuat perpecahan,” ujarnya.

Prabowo menyampaikan peringatan tersebut saat membahas tantangan yang dihadapi para pejabat Kabinet Merah Putih dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menyinggung pentingnya kesiapan pejabat menghadapi pengawasan publik, termasuk terhadap perilaku dan pernyataan mereka di ruang terbuka.

Presiden sebelumnya menegaskan bahwa pengabdian di pemerintahan menuntut pengorbanan terhadap kehidupan pribadi. Menurutnya, gerak-gerik, harta kekayaan, hingga ucapan pejabat menjadi perhatian masyarakat dan bagian dari pengawasan terhadap penyelenggara negara.

Ia menilai kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari tanggung jawab yang melekat pada pejabat yang mendapat mandat untuk menjalankan pemerintahan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Prabowo turut mengapresiasi kinerja dan kekompakan jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahannya. Ia menilai para menteri dan pejabat terkait telah memberikan kontribusi yang membanggakan.

“Saudara-saudara telah memberi apa yang saudara bisa memberi dengan semangat, saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan,” kata Presiden.

Prabowo berharap semangat kerja sama tersebut dapat terus dipertahankan agar pemerintah mampu menjalankan tugas dengan baik di tengah berbagai tantangan.

“Dalam kondisi ini saya sekali lagi menggunakan kesempatan ini menyampaikan terima kasih saya sedalam-dalamnya,” ucapnya.

Sidang Kabinet Paripurna tersebut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih dan menjadi momentum bagi Presiden untuk menyampaikan evaluasi sekaligus apresiasi atas kinerja pemerintahan dalam dua tahun pertama.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com