Brian Yuliarto: Kompetensi Pimpinan Kampus Perlu Diperkuat untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:59 WIB
Pembukaan Sekolah Kepemimpinan AERLA Angkatan I yang digelar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Auditorium Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto membuka Sekolah Kepemimpinan AERLA Angkatan I di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Program APTISI tanggal 21 hingga 23 Oktober 2026 tersebut diikuti oleh 40 rektor perguruan tinggi swasta unggul dari berbagai daerah.
  • Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan rektor guna mempercepat peningkatan mutu dan ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Suara.com - Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi swasta dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Penguatan kompetensi pimpinan kampus menjadi salah satu langkah yang didorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan hal tersebut saat membuka rangkaian Sekolah Kepemimpinan AERLA Angkatan I yang digelar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Auditorium Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut Brian, kerja sama dengan APTISI dapat mempercepat peningkatan kompetensi pimpinan perguruan tinggi karena menjangkau lebih banyak peserta secara bersamaan.

“Dengan inisiatif dari APTISI, kita bisa mempercepat peningkatan kompetensi para pimpinan di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta,” ujar Brian.

Ia berharap program tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Brian juga mengapresiasi AERLA sebagai inisiatif yang sejalan dengan upaya kementerian mendorong pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Penguatan kepemimpinan dinilai penting agar perguruan tinggi mampu menerjemahkan perubahan dan tantangan zaman ke dalam pengelolaan pendidikan yang lebih baik.

Sekolah Kepemimpinan AERLA Angkatan I mengusung tema Akselerasi Quality Leadership Menuju Indonesia Emas 2045. Program yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 ini diikuti 40 rektor perguruan tinggi swasta unggul dari berbagai daerah.

Ketua Umum APTISI Budi Djatmiko mengatakan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan rektor dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, penguatan riset, dan komersialisasi inovasi.

Menurut Budi, perubahan teknologi menuntut perguruan tinggi menyesuaikan tata kelola dan arah pengembangan institusi. Karena itu, rektor perlu memiliki visi yang adaptif dan mampu mendorong inovasi di lingkungan kampus.

Melalui AERLA, APTISI juga ingin memfasilitasi pertukaran pengalaman dan praktik baik antarpimpinan perguruan tinggi.

Selama tiga hari, peserta dijadwalkan mengikuti materi mengenai kebijakan pendidikan tinggi, kolaborasi kampus dan industri, serta pengembangan kampus berbasis AI. Program ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi pimpinan sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com