Habis Prancis, Austria Diguncang Demo Besar! 50 ribu Orang Turun ke Jalan Protes Ini

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:15 WIB
Puluhan ribu akademisi menolak pemotongan anggaran universitas sebesar miliaran euro di Wina Austria.(Antara)
BACA 10 DETIK
  • Sekitar 50.000 akademisi di Wina mengunjuk rasa menolak pemotongan anggaran pendidikan tinggi Austria.

  • Universitas kekurangan dana 2 miliar euro akibat alokasi pemerintah tidak mengimbangi laju inflasi.

  • Dampak penghematan anggaran mulai memicu pemangkasan jam operasional fasilitas dan pembekuan rekrutmen kerja.

Suara.com - Kebijakan penghematan anggaran pendidikan tinggi oleh pemerintah Austria memicu aksi unjuk rasa besar-besaran yang melibatkan puluhan ribu orang di pusat kota Wina. Gelombang protes ini meletus akibat alokasi dana dari pemerintah pusat dinilai jauh dari kebutuhan riil universitas untuk menghadapi laju inflasi.

Langkah keras penolakan ini disuarakan langsung oleh gabungan akademisi, tenaga pengajar, hingga staf medis dari berbagai kawasan. Mereka menilai pemangkasan alokasi keuangan tersebut berpotensi melumpuhkan operational harian kampus dan memperburuk iklim akademik nasional.

Aksi yang berlangsung sejak sore hari ini menjadi panggung perlawanan terbuka civitas akademika terhadap kesepakatan final para pejabat tinggi negara. Para demonstran menuntut alokasi dana tambahan agar program perkuliahan dan fasilitas penunjang mahasiswa tidak dikorbankan.

Melalui rilis resminya, Persatuan Mahasiswa Nasional Austria (OH) mengkritik keras penetapan plafon keuangan universitas tersebut.

"Pemerintah federal telah mengumumkan anggaran sebesar 16 miliar euro (Rp322 triliun) untuk universitas-universitas selama periode 2028 hingga 2030," ungkap pernyataan tersebut dikutip dari Anadolu.

Pihak perwakilan mahasiswa menegaskan bahwa angka tersebut tidak realistis jika dibandingkan dengan laju kenaikan harga saat ini.

"Namun, menurut perkiraan Konferensi Universitas, setidaknya dibutuhkan 18 miliar euro (Rp362,2 triliun) hanya untuk mengimbangi dampak inflasi," tambahnya.

Massa mulai memadati titik kumpul sejak pukul 15.00 waktu setempat di area Universitas Teknologi Wina. Dengan mengusung tema pertahanan "Siaga Merah - #SelamatkanUniversitas!", demonstran memprotes keras defisit alokasi sekitar 2 miliar euro.

Mobilisasi massa tidak hanya berasal dari kawasan ibu kota, melainkan juga mendapat sokongan dari wilayah luar Wina. Dukungan logistik armada bus disiapkan khusus oleh Serikat Layanan Publik guna memboyong para staf kampus dan dokter.

Sikap optimistis masih terus digaungkan oleh perwakilan gerakan mahasiswa sebelum aksi dimulai.

Ketua OH, Viktoria Kudrna, menyampaikan kepada media lokal sebelum acara dimulai bahwa tujuan demonstrasi itu adalah untuk menunjukkan perlawanan.

Ia meyakini bahwa desakan publik dapat menembus tembok keputusan politik pemerintah pusat.

Dia mengatakan bahwa masih ada harapan agar pemerintah bersedia meningkatkan anggaran tersebut.

Meski mendapat gelombang protes hebat, jajaran pemangku kebijakan federal mengisyaratkan tidak akan mengubah nominal anggaran yang disepakati.

Akan tetapi, di tingkat pemerintah federal, jumlah anggaran tersebut dianggap sudah final menyusul kesepakatan yang dicapai oleh para pejabat tinggi pemerintah pada Sabtu.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com