Saiful Mujani Sindir Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menteri Haji: Udah Dekat Kiamat

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:12 WIB
Saiful Mujani mengaku santai menghadapi tuduhan makar serta sejumlah laporan atas dirinya ke polisi. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Saiful Mujani mengkritik tajam dugaan pengangkatan dua anak Menteri Haji menjadi tenaga ahli kementerian.

  • Beredarnya dokumen pengangkatan tersebut memicu sorotan publik terkait potensi konflik kepentingan dan transparansi birokrasi.

  • Kepastian keaslian dokumen dan mekanisme penetapan tenaga ahli tersebut masih menunggu klarifikasi resmi kementerian.

Suara.com - Langkah Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf yang diduga memboyong dua putra kandungnya masuk ke dalam jajaran tenaga ahli kementerian memicu gelombang kritik keras dari pengamat politik Saiful Mujani. Praktik yang menyulut spekulasi konflik kepentingan di ranah birokrasi publik ini dinilai sebagai sinyal buruk bagi tata kelola pemerintahan era Kabinet Merah Putih.

Pengangkatan pejabat publik yang melibatkan sanak keluarga secara langsung merusak prinsip transparansi dan profesionalisme tata kelola negara. Sorotan tajam ini mengemuka setelah publik dihebohkan oleh draf dokumen kementerian yang mencantumkan nama anak-anak sang menteri.

Langkah politis yang dinilai mengabaikan etik birokrasi ini langsung memicu reaksi menohok dari Saiful Mujani di media sosial. Pengamat papan atas tersebut menilai tindakan seorang menteri yang merekrut darah dagingnya sendiri sebagai penasihat pribadi merupakan hal yang sangat tidak lazim.

Melalui akun media sosialnya, Saiful Mujani menyindir tajam fenomena tersebut dengan menuliskan pandangannya. “Bapak ngangkat anak jadi penasehat dirinya sebagai menteri haji …. dunia udah dekat kiamat,” tulis Saiful Mujani di media sosialnya.

Dokumen yang menjadi pemicu polemik ini beredar luas melalui unggahan akun Instagram @perspektiv.idn. Berkas tersebut dinamai sebagai lampiran Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah.

Dari total 9 nama yang tertera dalam daftar tersebut, dua di antaranya diyakini publik sebagai anak kandung Gus Irfan. Kedua sosok muda itu diketahui bernama Barbarossa Muhammad Farros serta Gibran Muhammad Fawwaz.

Kehadiran dua nama anak pejabat tinggi ini langsung diserbu komentar pedas dari warganet. Banyak pihak mempertanyakan keabsahan prosedur serta asas keadilan dalam pengisian posisi strategis di lembaga pemerintah.

Meskipun demikian, kepastian status hukum, keaslian dokumen, hingga mekanisme perekrutan kedua nama tersebut masih menunggu konfirmasi resmi kementerian. Kejelasan dari pihak otoritas sangat diperlukan guna meredam simpang siur informasi di tengah masyarakat.

Isu dugaan nepotisme ini menambah daftar panjang kekhawatiran publik terhadap dominasi relasi kekuasaan dalam birokrasi. Isu penetapan jabatan berbasis kekeluargaan kini menjadi ujian berat bagi komitmen kelembagaan dalam menjaga integritas.

Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan merupakan Kepala Kementerian Haji dan Umrah pertama sejak dilantik pada 8 September 2025. Sebelum memimpin kementerian baru ini, ia sempat memegang amanat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji sejak Oktober 2024.

Menteri kelahiran Jombang pada 24 Juni 1962 ini merupakan cucu dari ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari. Ia juga merupakan putra dari tokoh legendaris NU sekaligus pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Muhammad Yusuf Hasyim.

Dari sisi akademis, Gus Irfan mengantongi ijazah sarjana dan magister dari Universitas Brawijaya Malang. Ia kemudian merengkuh gelar doktor bidang Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Februari 2025.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com