Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB
Pertahanan udara Arab Saudi berhasil menembak jatuh dua drone Houthi yang mengincar wilayah Riyadh. (anadolu)
BACA 10 DETIK
  • Otoritas Arab Saudi mencegah serangan rudal Houthi pada Kamis 22 Oktober 2026 setelah fasilitas bandara di Riyadh dan Dammam sebelumnya dihantam serangan.
  • Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, EASA, dan UEA memperketat keamanan regional serta memberlakukan pembatasan operasional maskapai penerbangan internasional akibat eskalasi konflik.
  • Berbagai maskapai global seperti Emirates, Etihad, British Airways, dan Lufthansa menyesuaikan jadwal, mengalihkan rute, atau menangguhkan penerbangan.

Suara.com - Penyesuaian jadwal dan pembatalan penerbangan meluas di kawasan Timur Tengah seiring meningkatnya ancaman keamanan, pembatasan ruang udara, serta gelombang serangan baru yang menghantam infrastruktur vital di Arab Saudi.

Pada Kamis (22/10/2026), otoritas Arab Saudi mencegah serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi. Insiden ini terjadi sehari setelah Bandara Internasional King Fahd di Dammam terhantam serangan yang mengakibatkan dua orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.

Eskalasi Keamanan dan Peringatan Internasional

Sejak awal Oktober 2026, serangkaian serangan menyasar fasilitas penerbangan di Arab Saudi. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh tercatat mengalami empat kali hantaman yang mengakibatkan 17 korban jiwa dan lebih dari 300 orang luka-luka.

Kondisi tersebut memicu penyesuaian kebijakan dari berbagai negara dan badan penerbangan internasional:

  • Pemerintah Amerika Serikat: Kedutaan Besar AS di kawasan Timur Tengah menerbitkan peringatan keamanan bagi warganya terkait potensi pembatalan penerbangan mendadak, penutupan ruang udara, serta instruksi untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, AS memberlakukan sanksi terhadap armada penerbangan sipil Iran.
  • Pemerintah Inggris: Memperbarui imbauan perjalanan (travel advice) dengan melarang seluruh kunjungan non-esensial ke Arab Saudi dan melarang total akses hingga radius 10 km dari perbatasan Yaman. Inggris juga mengerahkan jet tempur RAF Typhoon untuk misi pertahanan udara mengamankan kota-kota dan infrastruktur kritis Arab Saudi.
  • EASA (European Union Aviation Safety Agency): Mempertahankan panduan kewaspadaan zona konflik (conflict-zone advisories) untuk wilayah udara Arab Saudi, Iran, Irak, Lebanon, Teluk Persia, dan Teluk Oman hingga Senin (16/11/2026).
  • Otoritas UEA: Otoritas Penerbangan Sipil UEA menghentikan sementara seluruh operasional penerbangan maskapai asal Iran sebagai respons atas sanksi internasional.

Status Maskapai yang Beroperasi dengan Skema Terbatas

Sejumlah maskapai global tetap mengoperasikan penerbangan ke Timur Tengah dengan pengurangan frekuensi, pengalihan rute, atau pembatalan selektif:

Emirates: Melayani 140 destinasi di 72 negara (98% dari jaringan global) dengan frekuensi 1.300 penerbangan per minggu. Rute menuju Riyadh, Jeddah, dan Dammam masih mengalami penyesuaian jadwal mendadak. Emirates menyediakan fasilitas ubah jadwal gratis tanpa batas serta asuransi perjalanan mencakup kompensasi gangguan akibat konflik.

Etihad Airways: Mengoperasikan rute ke lebih dari 90 destinasi. Seluruh penerbangan menuju Riyadh, Jeddah, dan Dammam ditangguhkan hingga Kamis (5/11/2026). Penumpang terdampak diberikan opsi pemindahan jadwal serta asuransi kesehatan gratis hingga 15 hari.

Qatar Airways: Melayani rute ke UEA (Dubai) dan 160 destinasi global lainnya. Penerbangan ke Riyadh dan Dammam dibatalkan hingga Sabtu (24/10/2026), sedangkan rute Jeddah dikurangi dari 7 menjadi 4 penerbangan harian. Penumpang dengan tiket terkonfirmasi diberikan fasilitas ubah jadwal gratis hingga Sabtu (31/10/2026).

Flydubai: Menjalankan jadwal terbatas dengan penyesuaian durasi terbang akibat pengalihan rute. Penerbangan ke Abha, Dammam, dan Riyadh dibatalkan hingga Sabtu (24/10/2026), serta pembekuan penuh pada rute Tel Aviv.

Air France: Telah mengaktifkan kembali rute Tel Aviv dan Beirut, sementara penerbangan menuju Dubai dijadwalkan beroperasi kembali pada Sabtu (31/10/2026).

Turkish Airlines: Memulihkan rute Dubai–Istanbul (4 kali sehari) serta meningkatkan frekuensi penerbangan menuju Abu Dhabi menjadi 7 kali seminggu.

Malaysia Airlines: Resmi mengaktifkan kembali penerbangan menuju Jeddah dan Madinah sejak Minggu (18/10/2026).

Air India & IndiGo: Membatalkan penerbangan menuju Riyadh, Dammam, Jeddah, dan Madinah hingga Sabtu (24/10/2026).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com