Kontak Tembak di Nduga Papua: 2 Anggota OPM Tewas, TNI Sita Senjata dan Rp88 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:52 WIB
Barang bukti yang diamankan usai terjadi kontak dengan anggota OPM Kodap III/Ndugama-Nderakma di Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (23/10/2026) . ANTARA/HO-Koops TNI Habema
BACA 10 DETIK
  • Satgas Rajawali VI TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok OPM di Kabupaten Nduga pada Jumat, 23 Oktober 2026.
  • Dua orang terduga anggota kelompok OPM  tewas di lokasi kejadian dan anggota lainnya melarikan diri ke hutan.
  • Prajurit TNI menyita berbagai barang bukti termasuk uang tunai Rp88 juta dari tempat kejadian perkara.

Suara.com - Dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata OPM Kodap III/Ndugama-Nderakma dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan personel TNI di sekitar Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Kontak tembak terjadi saat personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema melakukan patroli kewilayahan pada Jumat (23/10/2026). Dalam operasi tersebut, prajurit TNI juga mengamankan sejumlah barang, termasuk uang tunai senilai Rp88 juta.

Pangkoops TNI Habema Brigjen Riyanto, menjelaskan kontak tembak bermula ketika tim patroli menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga.

"Dari laporan yang diterima terungkap kontak tembak terjadi saat tim patroli wilayah menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan KKB di sekitar permukiman masyarakat dan saat dilakukan pemeriksaan, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat sehingga terjadi baku tembak," ujarnya di Jayapura, Sabtu (24/10/2026).

Riyanto mengatakan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, anggota kelompok lainnya melarikan diri.

Meski demikian, identitas kedua orang yang tewas masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari lokasi kejadian, prajurit TNI mengamankan sejumlah barang, di antaranya dua pucuk senapan angin, busur dan anak panah, senjata tajam, 18 unit telepon seluler, perangkat komunikasi handy talky (HT), dokumen, serta atribut kelompok. Petugas juga menyita uang tunai Rp88 juta.

Riyanto menegaskan, setiap tindakan prajurit dalam operasi tersebut dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme dan keselamatan masyarakat.

"Setiap tindakan prajurit dilakukan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai aturan pelibatan, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama," jelas Riyanto.

Ia juga mengajak kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan Papua untuk menghentikan kekerasan dan kembali ke tengah masyarakat.

"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka, hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua," pintanya. (Antara)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com