Salip Cak Imin dan AHY! Golkar Ungkap Kunci Bahlil Jadi Menteri Paling Populer

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:48 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengacungkan dua jempol saat ditanya Ketua Umum PAN Zulhas sepakat mendukung Prabowo kembali di Pilpres 2029.
BACA 10 DETIK
  • Survei IPO menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai menteri Kabinet Merah Putih dengan popularitas tertinggi.
  • Partai Golkar menilai pencapaian tersebut diraih berkat kebijakan sektor energi yang berpihak kepada rakyat kecil.
  • Kebijakan yang disorot meliputi pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, serta upaya menjaga kestabilan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Suara.com - Partai Golkar merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai menteri dengan tingkat popularitas tertinggi di Kabinet Merah Putih, mengungguli Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Politikus muda Golkar, Arief Rosyid Hasan, menilai hasil survei tersebut menunjukkan kebijakan Bahlil selama dua tahun terakhir mendapat perhatian masyarakat, terutama kebijakan di sektor energi dan sumber daya alam yang dinilai menyentuh kepentingan rakyat kecil.

"Kebijakan yang memberikan ruang kepada rakyat kecil, mulai dari pengelolaan sumur minyak rakyat, pertambangan rakyat, hingga menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan, merupakan bagian dari upaya menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan negara berpihak kepada rakyat," kata Arief kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan survei IPO yang dirilis Sabtu (24/10/2026), Bahlil menempati posisi teratas dalam kategori top of mind menteri Kabinet Merah Putih dengan perolehan 37,5 persen. Ia unggul dari Cak Imin yang meraih 34,1 persen, Zulkifli Hasan 21,7 persen, dan AHY sebesar 16,5 persen.

Dalam kategori pengenalan nama setelah responden diberikan daftar menteri, Bahlil juga berada di posisi pertama dengan 70,4 persen. Ia diikuti AHY sebesar 62,5 persen, Cak Imin 60,9 persen, dan Zulkifli Hasan 48 persen.

Arief menilai popularitas Bahlil tidak terlepas dari kebijakan yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam.

Menurut Sekretaris Akademi Partai Golkar tersebut, keberpihakan ekonomi tak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan investasi dan peningkatan produksi nasional.

"Pemerintah juga perlu memastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, memperoleh manfaat dari sumber daya alam, serta terlindungi daya belinya," jelasnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau sumur rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin

Ia juga menilai kebijakan pengelolaan sumur minyak dan pertambangan rakyat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Selain itu, upaya menjaga harga BBM bersubsidi dan mendorong pengembangan energi bersih disebut menjadi bagian dari kebijakan yang menarik perhatian masyarakat, termasuk generasi muda.

"Presiden Prabowo berulang kali menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Dalam pandangan saya, kebijakan Bahlil mengenai sumur rakyat dan tambang rakyat memperlihatkan upaya membuka akses ekonomi yang lebih luas," katanya.

Sebagai informasi survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih dilakukan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden melalui metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra menjelaskan, kategori top of mind mengukur tingkat pengenalan spontan masyarakat terhadap menteri tanpa terlebih dahulu diberikan daftar nama.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com