Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB
Andrea Bocelli akan menggelar konser di Indonesia dan digelar di dua tempat yakni Borobodur dan Jakarta Convention Center. [Instagram]
BACA 10 DETIK
  • Pakar geopolitik Dr. Ahmad Sujai menyatakan konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur menjadi momentum diplomasi budaya Indonesia.
  • Perhelatan seni internasional tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia sekaligus menyampaikan pesan perdamaian dan solidaritas kemanusiaan global.
  • Konser itu juga ditargetkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal serta mendorong pelestarian warisan budaya Borobudur.

Suara.com - Konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dinilai bukan sekadar pertunjukan musik internasional.

Pakar geopolitik internasional Dr. Ahmad Sujai menyebut perhelatan tersebut dapat menjadi momentum diplomasi budaya Indonesia dan menyampaikan pesan perdamaian di tengah konflik dunia.

Ahmad Sujai, alumnus Universitas St. Petersburg, Rusia, mengapresiasi penyelenggaraan konser yang menandai 30 tahun album Romanza tersebut.

Menurutnya, pertemuan musik dunia dengan warisan budaya Borobudur memiliki makna yang melampaui hiburan.

Ia menilai Borobudur memiliki kekuatan simbolis sebagai warisan peradaban yang merepresentasikan sejarah, spiritualitas, dan karya manusia lintas zaman.

konser Andrea Bocelli (Instagram.com/andreabocelliofficial)

Kehadiran Bocelli, dengan musik yang dikenal oleh berbagai generasi dan bangsa, dinilai menghadirkan perjumpaan antara warisan budaya Timur dan seni musik dunia.

“Borobudur bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi jembatan peradaban masa depan,” ujar Ahmad Sujai dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Ia menambahkan, perjumpaan tersebut seharusnya dimaknai sebagai pengingat bahwa kemajuan peradaban dibangun melalui dialog, persahabatan, dan perdamaian, bukan peperangan.

Diplomasi Budaya Dinilai Perkuat Posisi Indonesia

Dalam perspektif geopolitik, Ahmad Sujai berpandangan bahwa kekuatan negara modern tidak hanya ditentukan oleh ekonomi, politik, maupun militer.

Diplomasi kebudayaan dan pengaruh nilai-nilai peradaban atau soft power juga berperan dalam membangun kepercayaan serta memperluas kerja sama internasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar untuk memainkan peran tersebut melalui sejarah dan keberagaman budayanya.

Kegiatan seni internasional di Borobudur dapat menjadi contoh pemanfaatan warisan budaya sebagai ruang diplomasi yang inklusif.

Di tengah ketegangan geopolitik, konflik bersenjata, dan krisis kemanusiaan, ia menilai Indonesia perlu terus menghadirkan ruang perjumpaan antarbangsa.

Ruang tersebut diharapkan mendorong dialog, penghormatan terhadap perbedaan, serta persaudaraan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com