- Global Peace Convoy Indonesia berencana menggelar konser solidaritas besar untuk Palestina pada 3 November 2026.
- Bachtiar Nasir menyatakan kegiatan penggalangan dana tersebut akan melibatkan berbagai musisi dan seniman tanah air.
- Pihak penyelenggara di Jakarta Selatan itu masih melakukan konsolidasi untuk merancang konsep teknis acara.
Suara.com - Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Bachtiar Nasir, menyatakan pihaknya berencana menggelar konser solidaritas untuk Palestina sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat Palestina di tengah penolakan terhadap konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Ia mengatakan, ingin menghadirkan acara yang lebih besar sekaligus menggalang dana untuk membantu masyarakat Palestina.
"Saya berharap kita buat konser yang lebih besar untuk Palestina. Kami berharap bisa membuat konser yang sama untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kami," kata Bachtiar dalam Konferensi Pers, di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Bachtiar mengatakan GPCI juga akan mengajak para musisi dan seniman untuk terlibat dalam konser solidaritas tersebut.
Ajakan itu ditujukan agar semakin banyak pihak yang ikut menyuarakan dukungan bagi Palestina.
"Konser juga akan kami gagaskan dan kepada para musisi, pada teman-teman seniman bersama Global Peace Convoy Indonesia, kami ajak bahwa kita akan membuat konser yang lebih besar untuk menggalang semuanya," ujarnya.
Meski demikian, Bachtiar mengakui GPCI belum menentukan konsep maupun teknis pelaksanaan konser tersebut.
Pihaknya masih akan melakukan konsolidasi sebelum mengumumkan rencana kegiatan lebih lanjut.
"Kami masih akan merancang seperti apa. Izinkan kami setelah ini untuk konsolidasi dan kami belum bisa berikan teknisnya," ucap Bachtiar.
Bachtiar berharap konser solidaritas itu dapat digelar pada 3 November 2026 dengan skala yang lebih besar.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menunjukkan nasionalisme serta keberpihakan masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
"Semoga pada tanggal 3 nanti, kita bisa membuat acara yang lebih besar, kita tunjukkan nasionalisme kita dan keberpihakan kita, dan rasa kemanusiaan dan kemanusiaan kita bisa lebih besar," katanya. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)